Part 51 " Head to Head! "
"Sampaikan salamku pada para penjaga di Neraka..!", ucap Sers.Harry sesaat ia akan menghujamkan pisaunya ke leher Adam.
"Kau.. .."
Gumam Adam pelan."Apa..!? Hentikan semua ocehanmu.. Katakan pada penduduk
dineraka bahwa aku yang menghabisimu..!", sahut Sers.Harry mendengar
ucapan Adam.
"Kau...
Sebaiknya..ekhh..", ucap Adam lagi.
"Cukup..! Matilah
kau..!!", seru Sers.Harry segera menghunuskan pisaunya.
"CRRRRKKKSSSHHHh...!"
Namun dalam situasi itu,
tiba-tiba saja Adam terlebih dahulu menancapkan sangkurnya tepat dileher
Sers.Harry..
"Maaf.. Tapi kurasa
kau bisa menyampaikan sendiri pesan-pesanmu dineraka..", ucap Adam sembari
menolak tubuh Sers.Harry yang berkelojotan tak tentu. Darah mengucur deras
membasahi wajah Adam, dan tampak pisau Sers.Harry yang terjatuh tertancap
diantara kepala dan bahu Adam. Ternyata disaat-saat akhir yang sepertinya ia
akan menyerah, Adam merasakan suatu benda ditangan kanannya yang terkulai
ditanah..yang ternyata adalah sangkur komandonya yang jatuh terlepas dari
genggamannya saat ia dan Sers.Harry terjerembab jatuh sebelumnya.
" Ekhhh...", Adam
berusaha bangkit sambil memperhatikan sosok Sers.Harry yang sedang meregang
nyawa, meskipun dalam keadaan gelap..namun detik-detik saat musuhnya itu
menghembuskan nafas terakhir sedikit membuat ia bergidik, namun ini yang
terbaik yang harus ia lakukan atau ia sendiri yang akan menghembuskan nafas
terakhirnya dihutan ini.
"Ekhhh...",
Adam berusaha menutup lukanya dengan sehelai kain yang ia robek dari bajunya.
"Harry..!
Harry..!", seru Kapt.Sherman lagi.
"Apa yang terjadi
disana..?", gumam Kapt.Sherman berusaha memperhatikan.
"Chief.. Kurasa
Harry sudah tiada..,", ucap Sers.Willy sembari masih memegangi luka dibahu
kirinya yang terus mengeluarkan darah.
"Bagaimana
denganmu..??!", tanya Kapt.Sherman.
"Ekhh.., sepertinya
aku telah kehilangan banyak darah.. Mungkin aku tak bisa bertahan lebih lama
lagi..", jawab Sers.Willy.
"Kau.., bergeraklah
kesana..", ucap Sers.Willy kepada salah seorang rekannya yang tersisa
berpangkat Colporal.
"Apa yang akan kau
lakukan..?!?", tanya prajurit itu, Colporal.derek.
"Tak apa..berlindunglah,
dan jaga Chief, sepertinya kita dalam masalah besar dan kita terlalu meremehkan
mereka...", sahut Sers.willy sembari mengeluarkan Pistolnya, tak
menghiraukan lukanya yang terus mengucurkan darah.
"Tapi..", sela
Kopr.Derek.
"Sudahlah..! Lakukan
saja..", bentak Sers.Willy.
Sejenak Kopr.Derek
mengerutkan dahinya.
"Baik.. Aku
mengerti.. Senang bisa berjuang bersamamu..sersan", ucap kopr.Derek sambil
merayap mundur menjauh dari posisi Sers.Willy.
"Chief..",
panggil Willy melalui radionya.
"Perhatikan dengan
seksama.. Dan jika kali ini tak juga berhasil, sebaiknya anda segera pergi dari
sini...", ucap Willy sambil berusaha bangkit berdiri bersandar dibatang
pohon.
"Apa maksudmu?! Apa
yang akan kau lakukan?!? Willy..!", teriak kapt.Sherman melihat Willy
tampak berjalan pelan ke arah dimana Elang berada. "Sebaiknya anda siapkan
senjata anda Chief..", sahut Sers.Willy lalu membuang radio komunikasinya
dan berjalan pelan dengan sebuah pistol ditangannya.
Elang menyadari maksud
Sers.Willy yang sengaja memperlihatkan dirinya agar ia atau Mahda muncul
sehingga Kapt.Sherman beserta ke-2 anak buahnya yang tersisa bisa segera
menghabisi ia dan Mahda.
"Ia memilih
mengorbankan nyawanya untuk rekan-rekannya..", gumam Elang bersiap dengan
senjatanya mengingat. Sers.Willy berjalan tepat ke arahnya.
Sementara itu Mahda
tengah merayap menyusuri arah dimana sebelumnya terdapat kilatan tembakan yang
berasal dari senjata sers.Harry.
"Kuharap kau baik
saja Adam..", gumamnya dalam hati berharap tak terjadi apa-apa terhadap
rekannya itu.
"Hey..! Keluarlah
kalian pengecut..!", teriak Sers.Willy.
Sementara tak jauh
darinya tampak Elang telah membidiknya, namun sepertinya sers.Willy melihatnya.
"Disana kau
rupanya..", ucap Sers.willy berniat mengarahkan pistolnya.
Melihat gelagat
sers.Willy Kapt.Sherman segera memperhatikan kemana Willy mengarahkan
pistolnya.
"Derek.., kau tau
apa yang harus kau lakukan?", tanya Kapt.Sherman.
"Aku tau
Chief..!", jawab Kopr.Derek sembari mengarahkan senjatanya ke arah dimana
Sers.Willy hendak mengarahkan pistolnya.
"Bagus..! aku akan
mendekat kesana.., berikan aku tembakan perlindungan apabila
memungkinkan..", perintah Kapt.Sherman.
"Baik
Chief..,", sahut Kopr.Derek.
"Hmm...", Elang
tak juga menembak meskipun sosok Sers.Willy sudah tepat berada di pijera
MP5-nya, ia seperti memikirkan sesuatu.
Sementara itu Mahda
berhasil menemukan Adam yang tengah bersandar dibatang pohon.
"Adam..! Adam..! Apa
yang terjadi? Kau baik saja..?!", tanya Mahda.
Adam hanya mengangkat
tangan kirinya menunjuk ke jasad Sers.Harry yang tergeletak diantara semak
belukar.
"Bertahanlah..!",
ucap Mahda sembari mencari sesuatu didalam ransel kecil yang ia bawa.
"Hey.., apa yang kau
lakukan? Ini aku. . !", seru Mahda melihat Adam mengambil senjatanya dan
mengarahkan kepadanya.
"Tsshhh..Tshhhh..Tssshhh..!"
Adam melepaskan tembakan.
Tak lama terdengar rintih
seseorang dibarengi suara suatu benda jatuh ke rimbunnya semak dedaunan.
Ternyata Adam Menembak
rekan Sers.Harry yang berada tak jauh dibelakang Mahda, sepertinya salah satu anggota
tim Kapt.Sherman itu juga hendak memeriksa apa yang sedang terjadi.
"Ekhh..",
rintih Adam sembari menurunkan senjatanya.
"Sudah, jangan
banyak bergerak..", ucap Mahda mengeluarkan sebotol obat serbuk yang
segera ia taburkan ke luka Adam.
"SHhh..Ekhh..!",
Adam merintih.
"Bertahanlah.., itu
akan sedikit menghentikan pendarahannya.., ayo kita bersembunyi...", kata
Mahda sembari membobong rekannya itu untuk menjauh dari tempat itu.
"Tunggu
disini..", ucap Mahda menyandarkan tubuh rekannya itu disebuah gundukan
tanah sembari menyerahkan senjatanya untuk berjaga-jaga.
"Tash..Tash..Tash..!"
Sers.Willy menembak ke
arah Elang, namun tak satupun peluru yang mengenai Elang.
"Sial..", gumam
sers.Willy berusaha mengendalikan tubuhnya yang semakin lemah telah kehilangan
banyak darah.
"Tshh..Tsshh!"
Elang melepaskan dua
tembakan tepat ke tubuh Sers.Willy.
Sers.Willy roboh, melihat
itu Kopr.Derek segera menembak.
"Tretrettteeerteet"
"Cskk..csskk!"
Beberapa peluru mengoyak
batang pepohonan didekat Elang.
Namun dengan cepat Elang
membalas tembakan tersebut.
"Tsshh..Tshhh!"
Tepat menghantam kepala
Kopr.Derek yang langsung roboh.
"Tash..!"
Sebutir peluru menembus
lengan kanan Elang membuat ia menjatuhkan senjatanya, tembakan dari Sers.Willy
yang ternyata masih hidup dan tampak berusaha untuk kembali berdiri.
Tapi..
"Tashh..Tashh..Tashh..!"
Sers.Willy kembali roboh
ketika Mahda tiba-tiba muncul dan langsung menembaknya dengan pistolnya.
Elang menyadari kehadiran
Kapt.Sherman yang muncul Tak jauh disampingnya.
"Tretetretertet..!"
Elang berguling mencoba
menghindari tembakan Kapt.Sherman.
"Mahda..!",
teriak Elang menyadari posisi Mahda yang mudah terlihat.
Sementara Kapt.Sherman
bergeser sedikit merubah posisinya.
"Tretretete.."
Kapt.Sherman melepaskan
tembakan yang kali ini mengarah ke Mahda.
"Srkkhh..!"
Salah satu peluru
tembakan Kapt.Sherman merobek paha kiri Mahda, ia pun terjatuh.
"Tak
berguna..!", umpat Elang menyadari Mahda tertembak,emosi kemarahannya
terpancar dari raut wajahnya.
"Tretretret..!"
Kapt.Sherman kali ini terus
menembaki Elang yang berlindung dibalik pohon.
Elang sepertinya tak
menghiraukan luka tembak ditangan kanannya, ia mengeluarkan pistolnya dengan
tangan kirinya.
"Tretereter..cckk..ckk.."
Kapt.Sherman kehabisan
peluru.
Menyadari itu Elang
segera keluar berlari ke arah Kapt.Sherman sambil menembak dengan pistolnya.
"Tashh..Tashh..Tashh..!"
Namun tak sebutir
pelurupun yang mengenai Kapt.Sherman.
Terang saja Elang
kesulitan membidik menggunakan pistol dengan tangan kirinya sembari berlari.
Kapt.Sherman tampak
buru-buru mengganti magazen M4-nya, namun karena Elang sudah terlalu dekat dan
tidak mungkin akan meleset lagi meskipun dengan tangan kiri, Kapt.Sherman
memutuskan mencabut pistolnya dan membuang M4-nya.
"Tash..Tash..Tashh!",
Mereka saling tembak
dalam jarak sedekat itu!
