Part 50 " Letnan Satu Kopassus 'ADAM' "
"Harry.. Willy.., dan semuanya.. Tenanglah, baca situasi dan berusahalah untuk fokus, mereka sedang mempermainkan kita..!", seru Kapt.Sherman sembari merapatkan dirinya ke sebuah batang pohon didekatnya.
"Harry.. Fokuskan
dirimu pada serangan dari depan..! Willy, perhatikan langkahmu dan amati bagian
belakang..!", perintah kapt.Sherman.
"Dimengerti
Chief..!", sahut Sers.Harry sembari merayap mendekat ke arah Kpt.Sherman
dari balik semak belukar.
"Kalian, amati depan
sana dan lindungi aku.., berikan tembakan ke arah depan.. lalu segera bergeser
ke arah Harry dan Willy agar posisi kalian tak terbaca oleh mereka, tunggu
aba-aba dariku..", Kapt.Sherman memberi arahan pada ke-3 orang prajurit
yang bersamanya.
"Harry kau
mendengarkan?", tanya Kapt.Sherman.
"Aku mengerti
Chief..", jawab Sers.Harry yang tampak sudah bersiap siaga tak berapa jauh
dari posisi Kapt.Sherman.
"Gawat.., mereka
mengarah pada Adam dan Mahda..", gumam Elang mendengarkan dari radio
rampasannya sembari berusaha menemukan posisi sers.Willy yang ia ketahui
mengawasi ke arahnya.
Menyadari ke-3 anak
buahnya yang berada didekatnya sudah bersiap, Kapt.Sherman berjalan pelan
diantara batang pohon tua yang melintang dan sedikit memutar ke arah kiri.
"Mereka sudah tak
terlihat.., bagaimana ini.. Bahkan aku tak tau dimana mereka berdua..",
guman Mahda yang kehilangan visual posisi musuh maupun kedua temannya.
Ia masih bersembunyi
menunduk dibalik batang pohon yang dipenuhi semak belukar yang menutupi seluruh
permukaan tanah, gelapnya malam ditambah hujan yang tak kunjung berhenti
membuat ia seperti orang buta, bahkan untuk melihat dedaunan disekitarnya saja
ia harus menunggu kilatan petir yang sepertinya mulai menghilang karena hujan
sudah tak begitu lebat.
Kapt.Sherman memberi
tanda dengan tangannya.
Segera saja ke-3 orang
anak buahnya melepaskan tembakan secara acak ke arah depan.
"Tretetetetret.."
Mahda menundukkan
kepalanya menyadari tembakan acak pasukan Kapt.Sherman yang beberapa kali
mengenai batang pohon dimana ia bersembunyi.
Sementara itu
Kapt.Sherman memperhatikan dengan seksama arah tembakan anak buahnya.
"Jangan.., jangan
balas.. Jangan terpancing..", gumam Elang berharap kedua rekannya tak
membalas tembakan atau membuat suatu gerakan agresif.
"Sial..!",
umpat Elang dalam hati, ia tau terdapat beberapa musuh yang mengamati ke
arahnya, termasuk Sers.Willy sementara ia harus buru-buru melakukan sesuatu
untuk kedua rekannya.
"Tretetetett..!"
Tembakan sejumlah
prajurit pasukan Kapt.Sherman masih menggema garang.
"Ayo.. Balas tembakan
itu pecundang..", gumam Kapt.Sherman menunggu rencananya berhasil.
Disatu sisi Elang dapat
melihat dengan jelas posisi 3 orang yang sedang melepaskan tembakan tak begitu
jauh didepannya, begitu juga dengan Mahda dan Adam.
"Mereka sengaja
melakukan ini untuk membuatku muncul.., heheh.. Terlalu mudah..", umpat
Adam yang bisa membaca situasi dan tetap tenang tiarap berlindung.
Sementara itu Mahda
tampak kesal, ia terlihat hendak membalas tembakan itu.
"Heheh.., jika
seperti ini posisi kalian mudah terlihat..", celoteh mahda bersiap menarik
pelatuk senapannya yang sudah ia arahkan ke arah dimana terlihat kilatan
letupan senjata pasukan Kapt.Sherman, Mahda tak menyadari seseorang tengah
mengamati tepat ke arah dimana posisinya berada.
Sebuah kayu terlempar ke
semak belukar dan membuat semak tersebut bergerak, melihat itu Sers.Willy
segera melepaskan tembakan diikuti seorang rekannya yang berada disampingnya.
"Tash..tash..tash..!"
"Berhasil..!",
gumam Elang yang sengaja melempar sebatang kayu ke arah semak belukar tak jauh
dari posisi sers.Willy.
Dengan begini Elang dapat
mengetahui posisi Sers.Willy..
"Tshh..tshh..tsshh..tsshh..tsshhh.."
Elang melepaskan beberapa
tembakan ke arah kilatan tembakan Sers.Willy, dan kemudian ke arah 3 kilatan
tembakan di depan dengan cepat.
"Damn..!",
umpat sers.Willy merasakan sebutir peluru menghantam bahunya, ia kehilangan
keseimbangan dan terjatuh.
bersamaan dengan itu
Mahda juga menembak.
"Tshhh..tshh..tshh..tsssh.."
Kapt.Sherman yang baru
saja kehilangan konsentrasinya setelah mengetahui Sers.Willy tertembak, di buat
menjadi bingung seketika 2 diantara ke-3 prajurit penembak yang tak jauh dari
posisinya roboh.
"Sial, mereka
membacanya..!?", gumam Kapt.Sherman sembari menundukkan kepalanya, ia
berusaha melihat sekitarnya dengan 'mata malamnya', namun suhu yang sangat
dingin membuat lensa Night Vision itu berkabut, hampir tak membantu sekali
karena justru hanya warna hijau tanpa bentuk yang mampu ditampilkan alat
canggih tersebut.
Selanjutnya Elang kembali
bersembunyi disemak belukar.
"sepertinya tuhan
merencanakan yang barusan..", gumam Elang setelah tanpa disadari ia dan
Mahda menembak secara bersamaan tanpa sinyal atau tanda apapun yang membuat
bingung Kapt.Sherman.
"Hmmm,, sepertinya
Mahda ataupun Elang melakukan sesuatu..", gumam Adam melihat tak ada lagi
tembakan dari pihak musuh.
Kemudian Adam bermaksud
merayap maju diantara rimbun dedaunan serta pepohonan yang menyatu dengan
gelapnya hutan, Namun ia sejenak diam berusaha tak bergerak setelah ia
menyadari semak belukar didepannya bergerak pelan, senjatanya jauh disandang
dipunggungnya sehingga ia memilih mencabut pelan sangkurnya.
Hujan mulai berhenti
perlahan tapi pasti, hanya tinggal tetesan air dari dedaunan tinggi diatas
pepohonan.
Dilain sisi Sers.Harry
tampak merayap maju dengan hati-hati, ia sesaat berhenti seperti melihat
sesuatu namun ia menghiraukannya.
Sebenarnya Sers.Harry
melihat posisi Adam yang hanya 2 meter didepannya itu, namun karena lensa 'mata
malamnya' yang dikalahkan oleh kekuatan alam, juga Adam yang berjongkok dengan
semak belukar yang subur tinggi hingga hampir menutupi wajahnya membuat
Sers.Harry tak menyadari bahwa seonggokan bentuk didepannya adalah kepala Adam
yang juga sedang mengamatinya.
Adam telah bersiap dengan
sangkurnya..
Sementara Sers.Harry
semakin mendekat pelan.
Adam langsung melompat
sembari menghunuskan mata Sangkurnya kearah Sers.Harry.
"Tretet..tret"
Sers.Harry secara reflek
menekan picu senapannya yang hampir terlepas karena terkejut melihat tiba-tiba
saja semak belukar yang ia perhatikan sedari tadi kini melompat kearahnya.
" Tek.."
Sangkur Adam tanpa
sengaja menghantam M4 Sers.Harry yang terpental.
Tak berhenti disitu Adam
kembali menyabetkan Sangkurnya ke arah perut Sers.Harry, namun tampak
Sers.Harry sudah mengantisipasi gerakan Adam dengan menahan tangan kanan Adam
yang memegang sangkur dengan tangan kirinya, kemudian ia segera mencabut
pisaunya dengan tangan kanannya bermaksud menebas leher Adam yang sosoknya
sudah terlihat jelas.
Tapi sepertinya Adam
menyadari itu dan melayangkan tendangan ke arah perut Sers.Harry.
"Shh!"
Sers.Harry merintih
kehilangan keseimbangan namun berusaha tak jatuh dengan bertahan pada
genggamannya tangan kirinya pada lengan Adam.
Ayunan pisaunya yang
sempat terhenti kembali ia lancangkan kearah Adam.
Namun kali ini Adam
meraih tangan Sers.Harry dengan tangan kirinya, mengingat tangan mereka yang
lain juga sedang beradu kekuatan membuat Adam kehilangan keseimbangan sehingga
ia terjatuh ke arah belakang diikuti Sers.Harry yang langsung menggunakan
kelengahan Adam untuk melepaskan cengkraman tengan Adam yang menahan laju
ayunan pisaunya..
Sesaat ia mengambil
ancang-ancang tangan kanannya yang memegang sebilah pisau berniat
menghujamkannya ke tubuh Adam sembari mendorong tubuhnya, Adam dalam keadaan
terjepit itu Adam tak bisa berbuat banyak.
"SRkk"
Mereka berdua terjatuh
terjerembab diantara semak belukar.
"Harry..! Laporkan
ststusmu..!", seru Kapt.Sherman menyadari letupan senjata yang tanpa
sengaja dilepaskan Sers.Harry, namun tak ada jawaban.
Begitu juga dengan Elang
yang tampak terkejut sembari berusaha melihat ke arah dentuman suara senjata
itu mengintip dari balik rimbun dedaunan.
"Willy bagaimana
keadaanmu?!", tanya Kapt.Sherman.
"Aku rasa aku
terluka parah Chief..", jawab Sers.Willy sembari berusaha menahan darah
yang terus mengucur dari luka tembak dibahu kirinya dengan tangannya, dibantu
seorang rekan yang berada disebelahnya.
"Adam. . . ?!",
gumam Mahda menebak sedang terjadi sesuatu dengan rekannya.
"Ekhh...!"
Rintih Adam setelah pisau
Sers.Harry menembus perut kirinya.
Darah mengucur membasahi
dedaunan sekitar sembari menahan perih ia masih berusaha melawan, namun sedikit
sulit karena posisinya yang tertindih oleh Sers.Harry.
"Matilah
kau..", ucap Sers.Harry bermaksud menghunuskan pisaunya lebih dalam.
Adam segera menahannya
dengan mencengkram erat tangan kanan Sers.Harry yang memegang pisau, sementara
tangan mereka yang lain tampak berusaha saling mencekik satu sama lain.
"Akhhh..!"
Adam merintih kesakitan
karena ia tak mampu menahan hentakan Sers.Harry yang berada diatasnya.
Adam mulai kehilangan
tenaga, perlahan tangannya yang semula mencekik leher Sers.Harry telah
terkulai.
Ia mulai kehilangan
kesadaran, menyadari musuhnya sudah tak berdaya, Sers.Harry mencabut tusukannya
dan mengambil ancang-ancang untuk menghujamkan pisaunya kembali ke arah leher
Adam.
"Ssshhh.. Begini
rupanya..", gumam Adam dalm hati menyaksikan saat-saat Sers.Harry akan
menghabisinya, tetesan air tampak berjatuhan diantara sosok musuhnya tersebut.
Tampak wajah bringas
Sers.Harry bak malaikat pencabut nyawa dengan pisaunya yang bersiap untuk
membuat Adam tertidur selamanya.
Sementara Adam masih
terdiam tak bergerak.
