Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Part 49 " GERILYA "



"Srkkhhh!"

Peluru yang ditembakkan sers.Hoftman menghantam tanah, hanya beberapa inci saja dari kaki Elang.

"Hoftman..! Apa kau mengenainya..?!", seru Kapt.Sherman.

"Negatif chief..!", jawab Sers.Hoftman sembari terus mengamati dari balik teropongnya.

"Sial.., semuanya., bergerak..!", perintah Kapt.Sherman memanfaatkan kesempatan waktu yang ada sebelum sang Sniper diseberang sana kembali beraksi.

Sontak seluruh pasukannya bergerak, tampak beberapa dari mereka menyeret tubuh rekannya yang tertembak di awal-awal.

"Hoftman..! Aku bergerak.., lindungi aku..!", seru Sers.Willy sembari berlari menuruni lereng menyusul rekan-rekannya dibawah.

"Baik..!", sahut sers.Hoftman bersiap siaga dengan M8 barret-nya.

Sers.Willy bergerak cepat menuruni lereng tersebut sambil sesekali menjadikan batang pohon sebagai pegangan.

Sementara jauh dari situ Elang tampak sudah siap menembak diposisi yang baru, berjongkok dibalik sebuah batang pohon besar.

"Dalam perang, sebaiknya lumpuhkan dulu penembak mereka..", gumam Elang bersiap menekan picu senapannya.

Sers.Hoftman tampak menyusuri mencari posisi Elang melalui teropongnya..

"Oh Shit..!"

Sesaat ia terkejut menyadari Elang tersenyum dari balik teropongnya.

"Dash..!"

Sers.Hoftman roboh dengan lubang dikepala.

"Hoftman...!!!", teriak sers.Willy terkejut musuh menembak rekannya dan bukan dirinya yang sedang dalam area terbuka.

Tembakan pertama sers.Hoftman secara tak langsung memberi tahu posisinya pada Elang, sehingga Elang memutuskan untuk menghabisinya terlebih dahulu mengingat Hoftman telah mengetahui posisinya.

"Sial..! Berlindung..! Aku bilang berlindung..!", seru Kapt.Sherman.

"Bagaimana keadaannya?", tanya Kapt.Sherman kepada seorang anak buahnya yang sedang membawa jasad rekannya.

"Ia telah gugur Chief..", jawab prajurit tersebut.

"Hoftman masuk! Hoftman..!, Willy..! Bagaimana dengan Hoftman..?!", tanya Kapt.Sherman.

"Hoftman telah tewas Chief..", sahut Sers.Willy yang masih bersembunyi dibalik batang pohon.

"Sial.., dia mengincar kami terlebih dahulu..", gumam sers.Willy menyadari prosedur tempur seorang sniper yang diterapkan oleh Elang.

"sial..., tak ku kira akan seperti ini, aku terlalu meremehkan mereka", gumam Kapt.Sherman dalam hati, ia mulai gusar karena telah kehilangan 2 orang anak buahnya sore ini.

"Chief.. Bagaimana sekarang?", tanya sers.Harry.

"Di atas sana seorang sniper sedang menunggu kita.., sebaiknya kita tunggu sampai gelap.., itu akan menyulitkannya..", jawab Kapt.Sherman menengadahkan kepalanya keatas, melihat perbukitan yang terpampang dihadapannya, seolah bak arena pembantaian jika ia dan anak buahnya melewatinya sekarang.

"Baik chief..", sahut Sers.Harry sembari melirik perbukitan didepannya, memperhitungkan sudut kemiringan yang menguntungkan mereka, karena Elang tidak bisa menjangkau area yang berada dibawah tersebut karena tertutup rimbunnya pepohonan.

"Mereka berhenti..", gumam Elang.

Elang mendadak berbalik sembari mencabut sangkurnya.

" Ini aku..? ? ?", ucap Mahda terkejut menyadari Sangkur Elang menempel dilehernya.

"Maaf..", ucap Elang sambil melepaskan cengkramannya.

"Ehkk.., hampir saja kau membunuhku..", gumam Mahda memegangi lehernya.

"Maaf.., aku terlalu waspada..", jawab Elang sembari menyimpan sangkurnya kembali.

"Sudahlah, dimana dan siapa mereka??", tanya Mahda.

"Mereka berada dibawah lereng.., dari simbol dilengan mereka.. Mereka adalah..", ucap Elang.

"Siapa..? Berapa banyak mereka?", Mahda penasaran.

"Pasukan khusus Amerika, Green Berrets.. Mereka Berjumlah sekitar 10 lebih! Aku tak tau pasti.., tapi aku sudah merobohkan 2 orang dari mereka", jelas Elang.

"Hmm.. Mereka mengirim 12 orang pasukan baret hijau mereka kesini, sungguh mengejutkan.., sepertinya mereka sangat menginginkan kita..", tanggap Mahda.

"Sepertinya mereka menunggu gelap..", ucap Elang membaca situasi mengingat pasukan Kapt.Sherman tak melakukan serangan balasan.

"Yah.., kita harus bersiap.., lagipula tak lama lagi mungkin akan turun hujan, ayo..", sahut Mahda sembari kembali bergerak kembali ke tempat dimana Adam berada diikuti Elang menembus lebatnya hutan.

 

Markas Pusat, Jakarta..

"Sebaiknya kau beristirahat Letnan..", Ucap Jendral Purnomo yang hendak beranjak pulang dari markas tersebut.

"Kau tak harus memaksakan dirimu.., saya juga mencemaskan dia dan yang lainnya, tapi saya percaya pada mereka bertiga..", tambah Jend.Purnomo.

Letnan Vega hanya terduduk diam dihadapan monitor yang menampilkan seluruh tayangan berita dari semua saluran Nasional dan internasional, berharap ada sedikit kabar yang menyinggung keadaan dipapua dimana Elang dan yang lainnya berada.

"..saya hanya tak ingin suatu hal buruk terjadi Jendral..", ucap Letnan Vega.

"Hmm.. Kau seperti meragukan anak-anak terbaikku Letnan..", sahut Jend.Purnomo tersenyum.

"tentu tidak Jendral.. Saya tak meragukan hasil kerja keras anda..", tanggap Letnan Vega menoleh.

"Kalau begitu anggap saja kalau mereka adalah prajurit yang hebat dari yang terhebat..", tambah Jend.Purnomo berusaha menghibur Letnan Cantik itu.

"Hmm.. Saya rasa saya bisa melakukan itu Jendral..", sahut Letn.Vega dengan senyuman kecil terukir dibibir tipisnya.

"Baiklah Letnan.., pastikan kau tidur yang cukup malam ini..", ucap Jend.Purnomo sembari pergi meninggalkan letnan Vega.

"Siap Jendral.., sampaikan salam saya pada ibu..", sahut Letnan Vega.

Jendral Purnomo hanya melambaikan tangannya.

Lembah Baliem, Papua..

Green Berets Kapt.Sherman.

18.40

Hujan tampak telah mengguyur daerah perbukitan ini, gemuruh guntur dan kilatan petir menghiasi langit gelap malam ini, bak gong peresmian untuk memulai pertempuran selanjutnya.

"Siapkan peralatan dan jangan lupa 'mata malam' kalian, kita akan segera bergerak..", ucap Kapt.Sherman.

Tampak anak buahnya masing-masing menggunakan Night vision yang melekat di helm mereka, 'mata malam' adalah istilah yang mereka gunakan untuk Night Vision googles.

"Bagimana dengannya chief?", tanya Sers.Harry menunjuk pvt.Steward yang terkena tembakan pada lengannya.

"Kau bisa bergerak prajurit?", tanya Kapt.Sherman.

"saya tak akan menyulitkan anda chief..", jawab Pvt.Steward sembari memperlihatkan tangannya masih mampu menenteng M249-nya.

"Bagus, tinggalkan yang gugur.., kita akan kembali menjemput mereka setelah ini berakhir.., baiklah, bersiap..!", perintah Kapt.Sherman.

Tampak sejumlah anak buahnya menutup jasad rekannya yang gugur dengan mantel hujan agar tak tercium oleh binatang buas yang mungkin lewat. Tak lama para the Green Berets itu bergerak masuk menyusuri dataran hutan yang menanjak, mereka tampak bergerak leluasa dengan 'mata malam' yang mereka kenakan meskipun sesekali mereka harus mengelap lensanya yang berembun akibat udara yang sangat dingin akibat hujan yang masih mengguyur.

"Sial.., aku membeku..", gumam Mahda pelan berusaha merapatkan tubuhnya pada batang pohon didekatnya.

"Terlalu gelap, aku hampir tak bisa melihat..", ucap Adam kesal.

"Konsentrasilah.., mungkin mereka sedang bergerak kemari..", sahut Elang berusaha untuk tetap fokus, meskipun sebenarnya ia kesulitan dengan kondisi saat ini.

Dingin yang menusuk tulang, karena mereka berada dalam misi rahasia sebelumnya sehingga mereka tak mempersiapkan peralatan anti-cuaca, dan kegelapan malam ditambah derasnya hujan menyulitkan pandangan mereka, hanya sesekali kilatan petir memberi sedikit kesempatan untuk melihat.

"Peredam.., gunakan peredam, aku rasa mereka tak lama lagi akan sampai disini, periksa penyamaran kalian.., aku akan berputar untuk memastikan.., kalian siap..?", ucap Elang menoleh kedua rekannya itu.

"Yah.., ayo kita habisi mereka..", sahut Adam.

"Baiklah.., ayo lakukan..", ucap elang sembari merayap menjauh ke samping diantara rimbunnya semak belukar.

"Aku rasa kita akan lembur malam ini..", ucap Adam bergurau sambil merapikan penyamarannya dengan dedaunan.

"Yah.., setelah ini berakhir aku ingin mencicipi nasi goreng dipinggiran monas..", sahut Mahda.

"Yah, kita akan mencicipinya nanti, sebelum itu.. Kita bereskan dulu para badut itu..", tanggap Adam mengokang Mp5 berperedamnya, begitu juga Mahda.

Dilain pihak tampak kali ini Kapt.Sherman beserta pasukannya bergerak perlahan, mereka kembali terpencar terbagi menjadi 3 tim, Kapt.Sherman beserta 3 anak buahnya berada didepan, Sers.Harry bersama 2 rekannya berada 6 meter dikanan sejajar dengan tim kapt.Sherman, dan Sers.Willy bersama 2 rekan lainnya berada 8 meter di kiri belakang.

"Willy, laporkan status mu..", gumam Kapt.Sherman pelan dari radionya.

"Belum terlihat apa-apa chief.., masih terus bergerak..", sahut Sers.willy.

"Bagaimana denganmu Harry?", tanya Kapt.Sherman lagi.

"Negatif Chief..", jawab Sers.Harry sembari terus bergerak.

"Terus bergerak dan tetap waspada..", perintah Kapt.Sherman, meskipun mereka menggunakan Night Vision, kenyataannya mereka masih kesulitan untuk melihat, derasnya hujan ditambah lensa yang cepat berembun menjadi fakor utama.

Sementara itu Elang masih bersembunyi berusaha memperhatikan sekitar, sesekali ia merayap maju dan berhenti ketika muncul kilatan petir.

"Ini terlalu gelap..", gumam Sers.Willy sembari mengelap lensa 'mata malam'-nya yang berembun.

Ke-2 rekannya tampak berjalan pelan mengikuti dibelakangnya.

Seorang prajurit tim Sers.Willy yang berada paling belakang, pvt.Steward merasa memijak sesuatu, namun ketika ia mencoba melihatnya sebuah tangan mendekap mulutnya dan menariknya, ketika ia berusaha berteriak sebilah sangkur menyayat lehernya,

Darah mengucur ditengah hujan lebat tersebut.

"Srrkkhhh..."

Salah satu prajurit Green Berets itu kehilangan nyawanya, tampak Elang mengelap sangkurnya yang penuh darah dengan dedaunan disekitarnya.

"Semuanya, berhenti.. Laporkan status kalian..", perintah Kapt.Sherman.

"Ya Chief.., masih belum ada tanda-tanda mereka..", sahut Sers.Harry.

"Begitu juga disini chief.., masih... Oh shit! Sungguh sialan..dimana dia?!", ucap Sers.Willy panik baru menyadari seorang rekannya hilang.

"Ada apa willy..? Willy..! Laporkan statusmu..!", seru Kapt.Sherman.

"Steward tidak ada..! Kita kehilangan Steward Chief..!", sahut sers.Willy panik.

"Apa..?!? Sial! Dasar mereka pengecut!", tanggap Sers.Harry memukul batang pohon didekatnya.

"Willy, Harry, tenangkan diri kalian..! Steward masuk.., steward kau mendengarku??", seru Kapt.Sherman.

"Shit!!", umpat kapt.sherman, lagi-lagi ia kehilangan seorang anak buahnya.

"Semuanya.., tetap fokus..! Perhatikan langkah kalian..! Tembak apapun yang mencurigakan..!", perintah kapt.Sherman.

Sementara dibalik semak belukar Elang mendengarkan pembicaraan pasukan kapt.Sherman dari radio yang ia rampas dari pvt.Steward yang telah ia bunuh sebelumnya.

"Aku melihat mereka..", gumam Adam.

"Yah aku juga, kurasa Elang melakukan sesuatu sehingga mereka mudah terlihat..", sahut Mahda yang merunduk disebelahnya.

"Tunggu disini..aku akan memutar..", ucap adam sembari merayap ke samping.

"Tunggu mau kemana kau..???", sahut Mahda berusaha mencegah namun Adam sudah bergerak menghilang dibalik rimbunnya tanaman kecil disekitar mereka.

"Tash..tash..tash..!",

Sers.Harry melepaskan tembakan.

"Harry! Apa yang kau tembak..?!?", seru kapt.Sherman.

"Aku rasa aku melihat sesuatu..", sahut sers.Harry.

"Adam..?!?", gumam Mahda mengetahui tembakan itu mengarah ke arah dimana Adam tadi bergerak.

 

"Aku akan memeriksanya chief..", ucap sers.Harry.

"Harry, menyingkir..! Tembakanmu tadi menunjukan dimana posisimu..!", seru Kapt.Sherman.

"Tsst..tsstt.."

Salah seorang lagi yang berada disebelah sers.Harry roboh bersimbah darah.

Dibalik kegelapan, Elang memanfaatkan moment tembakan sers.Harry untuk memperkirakan posisi tim sers.Harry.

"Apa?!?", sers.Harry segera menunduk panik menyadari seorang rekannya roboh.

"Harry..! Apa yang terjadi..?!?", tanya Kapt.Sherman.

"Kita kehilangan seorang lagi chief.!", jawab sers.Harry dengan nada panik.

"Sial..! Sudah kukatakan padamu untuk tenang..!", geram Kapt.Sherman.

"kapten mereka berarti berada ditengah-tengah..", gumam Elang dalam hati membaca posisi mereka.

"Mereka dari arah belakang Chief..!", seru sers.Harry setelah memeriksa tubuh rekannya yang bersimbah darah.

"Willy, periksa bagian belakang..!", seru Kapt.Sherman.

"Tssstt..Tssstt.."

Seorang dari tim sers.Harry kembali roboh bersimbah darah.

"Sial..! Mereka ada dimana-mana..!", ucap sers.Harry meyadari kali ini rekannya tertembak dari arah depan.

 

"Chief..! Apa yang harus kita lakukan..?!", tanya Sers.Willy.

Kapt.Sherman hanya diam berusaha memikirkan sesuatu.

Sementara kepanikan tampak jelas meliputi raut wajah semua pasukan Kapt.Sherman yang tersisa.

"Chief..!", panggil Sers.Willy lagi.

"Yah Willy, tetap waspada.., jangan terlalu banyak bergerak..! Itu akan membuat mereka mengetahui posisimu..!", sahut kapt.Sherman.

"Mereka bergerilya.., berarti mereka tak terlalu banyak.., ayolah berfikir..", gumam Kapt.Sherman dalam hati.