Part 6 "seorang penuh hitam"
Hujan masih turun lebat,
Elang masih diam memandang jauh ke luar, di kejauhan tampak sejumlah anak2
tengah bermain bola di tengah hujan ini, salah satu anak itu terlihat terjatuh
saat menggiring bola, "hmm..hmm" Elang tersenyum melihat itu, "
..baru kali ini aku melihatmu tersenyum.." kata Jim ho yg tiba2 muncul di
sebelah Elang, "..begitukah?" sahut Elang, "..hei, taukah kau?
terkadang aku merindukan kampung halamanku.." tambah Jim ho,
"...?" Elang mendengarkan, "yah kau tau lah., semacam tempat
kita untuk pulang, seperti itu lah.." jelas Jim ho, "..apa di kampung
halamanmu itu ada yg menantimu kembali Jim..?" tanya Elang,
"...em..aku tidak tau..." jawab Jim menunduk, "aku tidak ingin
pulang Jim..karena menurutku, tempat kita pulang adalah dimana ada seseorang yg
menantimu.." kata Elang sembari pergi, "hei..bahkan dalam berkata
saja kau dingin sekali..mau kemana kau?" kata Jim, "aku ingin keluar
sebentar.." jawab Elang memperhatikan Hujan yg sudah reda,
"berhati-hatilah.." kata Jim ho, "ya aku tau.." jawab Elang
sambil meraih jaketnya dan berlalu pergi.
Tetesan rintik hujan
masih menghiasi
Elang terus berjalan
menyusuri daerah kumuh itu, di barengi 2 orang yg mengikutinya, "..."
Elang tau ia sedang di bututi, namun ia bertindak seolah-olah ia tidak tau.
Sesampainya di tempat
sunyi Elang berhenti dan berbalik badan, "siapa kalian? mengapa
mengikutiku?" tanya Elang, "hmm...kami hanyalah orang suruhan, karena
kau akan mati, aku akan memberi tau, aku Lee dan ini temanku Suun, kami di
bayar pemerintah untuk memburu kau dan teman2 mu.." kata Lee yg ternyata
anggota mafia pemburu Elang dan kawan2 sambil mengarahkan pistolnya ke Elang,
Elang malah kembali membakar rokok, "mengapa kau masih bersikap tenang
saat kau akan di tembak?" tanya Lee mafia itu, "emm...entahlah,
sebentar lagi juga kau akan tau.." jawab Elang sembari menikmati rokoknya,
"Tash..Tash!", sebuah tembakan menggema, bukan tembakan Lee mafia
itu, tembakan itu merobohkan Suun rekan Lee si mafia itu, Lee tampak berlindung
di balik tong sampah besar, "bagaimana kau bisa tau ada aku..?" tanya
Jim ho yg tiba2 muncul, "entahlah..aku hanya merasa kau akan
muncul.." jawab Elang sambil berjalan pergi, mengambil sebuah balok kayu,
"heh..heh..kau memang aneh.." kata Jim ho, "...!" Elang
menganggukkan kepalanya, begitu juga Jim ho, "Tash..Tash..tash..!
tash!" Jim ho terus menembaki Lee yg bersembunyi di balik tong sampah itu,
Lee hanya bisa menunduk, "tash..tash..tash!" Jim ho terus menembaki
dengan pistolnya hingga "klek..klek", amunisinya habis, mendengar itu
Lee berniat bangkit membalas, sesaat ia bangkit..
"Bukkk!!!",
sebuah balok kayu mendarat di kepalanya, ia terpental dengan tetesan darah di
kepalanya, matanya berkunang, belum sempat ia berusaha bangkit
"Bukkk!" balok kayu di tangan Elang kembali menghantam kepalanya, ia
tersungkur, "..ekh..ampuni aku..jangan..bunuh aku..ekh" pinta Lee
memelas dengan wajah memerah dari darah mengalir di wajahnya, "begitu
ya...???" kata Elang dingin,
"Bukk..bukk..bukk..bukkk!!!",
Elang malah memukulinya secara membabi buta, entah berapa kali, "hei..!
sudah cukup..Elang hentikan! ia sudah mati!" kata Jim ho menghentikan
kebrutalan Elang yg sangat mengagetkannya, Elang berhenti, membuang balok kayu
yg di pegangnya, menghisap rokoknya, kemudian berlalu pergi, "...",
Jim ho hanya terdiam melihat temannya itu melangkah menjauh.. "bagaimana
kau di tempah..???" Jim bergumam dalam hati...
Di sebuah hutan tampak
seseorang merunduk dengan senapannya, matanya terus tajam membidik di sebuah
teropong, "DASH!.." ia melepaskan tembakan... mendarat tepat di
kepala seseorang yg tengah berjalan menggandeng seorang anak kecil,
"daaaaad...!" teriakan dan tangisan anak kecil itu pecah melihat
ayahnya tersungkur penuh darah, ia melihatnya dari kejauhan..
ia menyaksikan anak kecil
itu berlumuran darah ayahnya..
ia menyaksikan anak itu
melihat ayahnya merenggang nyawa...
ia Elang, "tugas
selesai..." gumamnya dingin, seakan tak terpengaruh dari hal yg baru di
lakukannya, kemudian ia beranjak bangkit dan pergi dari tempat itu, tiba2 di
tengah pelariannya ia terjerembab ke sebuah lubang gelap.."ukhhh..!!!"
ia meraih sebuah korek
api dari saku dan menyalakannya, "!!?!?..apa ini..?!?!", sekilas
tampak banyak tangan mencoba menariknya dalam kegelapan..
"lepaskan..!"
"Tidaaaak..!!!",