Part 5 "interogasi"
Part 5
"interogasi"
Seseorang terlihat duduk
di sebuah kursi di sebuah ruangan lusuh dengan tangan terikat, sesekali ia
memperhatikan orang2 di sekelilingnya, ia sang jendral tawanan Elang dan
kawan2.
"apa yg kalian cari
sehingga kalian menculik orang sepertiku..?" sang jendral itu bertanya
pelan, "hmm..kami tidak akan melukaimu jika kau sedikit bekerja sama, aku
juga tak suka menyiksa orang tua.." jawab Smith, "siapa kalian? dari
cara kalian menculikku, kalian bukanlah orang sembarangan..dan dari paras kalian,
kalian pasti berasal dari luar" tambah sang jendral, "analisa yg
bagus pak tua, tapi itu tidak penting, kami hanya ingin tau beberapa hal
darimu..kau adalah jendral dari divisi mata-mata negara ini bukan? semua
kegiatan mata-mata negara ini kaulah yg mengkordinir" jawab Jim mendekat,
"biar aku permudah, di mulai dari dokumen rahasia nomor 43 kelas hitam?
kau pasti tau.." tambah Jim, "apa..? sekarang aku mengerti, kalian
adalah agen2 yg terbuang itu.." jawab sang jendral, "seperti itulah
kira2, kami ingin tau kebenarannya..!" tanya Jim ho lagi, "...kalian
ingin aku melanggar hukun internasional dengan menceritakan semuanya? aku rasa
itu agak sulit" jawab sang jendral itu tersenyum,
"Bukk!.."
"ekh.." sang jendral merintih, karena Smith melayangkan pukulannya
tepat di perutnya, "hei..hei, jangan terlalu kasar padanya.." kata
Bob menyela,
"Bukk..!"
"eskk.." sang jendral kembali merintih, Bob juga tiba2 melayangkan
tinjunya ke wajah sang jendral, darah menetes dari hidungnya, "sudah aku
katakan, akan ku permudah, tapi kau malah mempersulit ini, teman2 ku agak
arogan" kata Jim ho, "..." Elang hanya diam memperhatikan dari
jauh sambil membersihkan senapannya, "sekarang aku minta kau untuk
menjelaskan pada kami semua yg kau tau.." kata Smith sambil membakar rokok
di mulutnya, "sshh...aku ingin memberi tau kalian satu hal..kalian sudah
di buang oleh negara kalian..heh..heh..dan yg jelas kalian sangat
menyedihkan.." jawab sang jendral tertawa kecil, "..!!!.." tiba2
Elang bangkit berjalan mendekat, "klakk..", ia mengokang senapannya
mengarahkan senapan M40 nya ke sang jendral, "katakan saja atau kau
mati.." kata Elang dingin..
"ohh..jadi kalian
ingin membunuhku? hahaha.." jawab sang jendral tertawa,
"DASH!..",
Elang menembak kaki kanan sang jendral, semua terkejut melihat tindakan Elang,
tapi rekan2nya hanya diam..
"ehkkk...!"
sang jendral merintih kakinya mengeluarkan darah,
"aku tanya sekali
lagi..katakan atau tidak..?" tanya Elang lagi sambil tetap mengarahkan
senjatanya,
"uhuk..huk.."
sang jendral masih menahan luka menganga di kaki kanannya, "DASH..!",
lagi2 Elang menembak sang jendral berlanjut ke kaki kiri sang jendral..
"ehkkk...baiklah...akan
ku beri tau semuanya..." kata jendral merintih, Elang berlalu mundur
kembali ke tempat ia duduk semula, "heh..heh..kau benar2 dingin Elang,
sekali lagi aku suka sifat dinginmu itu.." kata Jim ho,
"ehkk..begini..ada
"...jadi semuanya
benar yah?,," kata Smith kesal, " begitu..? dari penjelasanmu, ada
sesuatu yg belum kau jelaskan.., siapa yg memberi tau lokasi akurat tempat
persembunyian kami semua..?" tanya Jim ho sambil melirik Elang, sepertinya
Jim ho tau Elang mencurigainya pada saat persembunyian Elang di kepung satuan
kepolisian, "..." Elang terhenyak ingin mendengarkan,
"ehkk..kalau soal itu,
itu diluar jangkauan ku..aku hanya tau Dokumen hitam itu sudah sampai di meja
kerjaku..." jawab sang jendral lagi, "kau pasti tau..!" bentak
Smith menarik kerah sang Jendral, "ehkkk..sungguh aku tidak
mengetahuinya..! ada satu badan rahasia yg menangani itu..!" jawab sang
jendral terdesak, "siapa?!?" bentak Smith lagi, "ehkk...mereka
suatu organisasi militer negara ini..di bawah pengawasan mentri pertahanan
langsung.." jawab sang jendral lagi, Smith melepaskan kerah sang jendral,
"hah..hah..hahahah.." sang jendral tertawa, Elang dan yg lainnya
terkejut, "hah..ha..ha, asal kalian tau saja..kami merekrut beberapa geng
mafia untuk membunuh kalian dengan imbalan uang..hah..haha, kami tak ingin
mengotori tangan kami, dan mengatakan bahwa kalian adalah korban perang antar
mafia setelah kalian mati..percayalah, kalian tak bisa lari..haha ha" kata
sang jendral terbahak, "sialan kau..!" Smith emosi,
"DASH!", tiba2 kepala sang jendral memuncratkan darah, sang jendral
tewas seketika, semua terkejut dan melirik Elang yg menggenggam senapan
andalannya.. "hmm..kau selalu penuh kejutan Elang.." kat Jim ho,
"dia sudah tidak penting lagi.." kata Elang, "baiklah, Bob dan
Fallen akan mengurus jasad orang tua ini, selanjutnya kita bersiap.." kata
Smith menyela, "bersiap untuk apa..?" tanya Jim ho, "akan ku
jelaskan nanti" kata Smith sambil berlalu pergi, "yah, sudahlah..
sebaiknya kita istirahat.." kata Jim ho juga segera berlalu, Elang hanya
diam di tempatnya.
"apa kau tau kenapa
harus membunuh seseorang?" tanya seorang yg duduk di sebelah Elang,
"aku tak tau.."
jawab Elang pelan, "apa kau tidak ingin mengetahuinya..?" kata
seseorang itu tadi, "bagaimana caranya?" tanya Elang serius,
"tidak ada caranya., kau akan mengetahuinya saat kau bisa menebak kapan
kau akan mati.." jawab seseorang itu tersenyum.
"kriiiinggg..!"
bunyi sebuah jam beker membangunkan Elang dari tidurnya, menghentikan bayang2
masa lalu ingatannya yg selalu datang bergantian.
Hujan turun begitu lebat
di sore itu, Elang hanya terlihat menatap keluar di sebuah jendela kaca yg
buram tertutup debu.