Part 4 "penembak jenius"
Bayang-bayang masa lalu
seperti itu selalu menghantui Elang, masa-masa saat ia masih dalam satuan militer,
kerena kepiawaian nya dalam menyamar dan sabotase, ia di rekrut badan intelijen
taktis sebagai mata-mata negara.
"hei, kau sudah
bangun ternyata, ayo turun, kita akan segera mengerjakan sesuatu" ajak Bob
yg sedari tadi menjaga Elang tertidur, "baiklah.." jawab Elang
bangkit dan segera mengikuti Bob di depannya, tampak di suatu ruangan yg
lainnya tengah berkumpul merencanakan sesuatu, "hei..hei, teman baru kita
sudah bangun rupannya, duduklah kawan, nikmati sup itu" kata Smith
menyambut Elang dan mempersilahkannya menikmati sup makan malam mereka malam
ini, "kalian belum menjelaskan apa-apa padaku.." kata Elang memotong,
"oh..iya benar, aku baru ingat.. begini saja, lihat itu.." jawab
Smith, Jim bangun dan memberikan sebuah dokumen bertlabel "Top Secret",
"apa ini...? nama-nama kita ada disini..???" kata Elang kaget melihat
dokumen itu, "itu salinan dokumen rahasia badan intelijen negara ini yg
berhasil di sadap oleh Jim ho, itu daftar nama agen dari berbagai negara
termasuk kita yg identitasnya sudah mereka miliki.." jelas Smith,
"..." Elang diam mendengarkan, "pasti kau ingin tau dari mana
negara ini memperoleh data akurat tentang keberadaan kita dsini kn???"
tambah Smith tersenyum, "Negara kita masing-masing yg memberi tahu
mereka.." sambung Bob, "mustahil! itu tidak mungkin..!" bantah
Elang, "kau boleh tidak percaya.. tapi ada satu hal yg ingin aku katakan
padamu.. setiap negara punya pekerjaan kotor.. kejahatan yg tak boleh
terungkap, untuk memastikan hal itu tidak terungkap..adalah dengan menyingkirkan
tangan kotor mereka, yaitu kita..." jelas Jim ho..
". . ." Elang
terdiam, perkataan rekan-rekan barunya itu memang masuk akal mengingat mengapa
ia belum di tarik mundur setelah 4 tahun ia memata-matai negara ini, sedangkan
prosedur mengharuskan dalam 3 tahun agen akan di tarik mundur menghindari pasca
tekanan jiwa sang agen untuk sementara.
" oke..sudah jelas
teman?" tanya Smith mendekati Elang, "ya..aku bergabung, setidaknya
aku membalas budi kalian yg menolongku.." jawab Elang, "heh..heh..aku
suka sifat dinginmu itu kawan.." sahut Jim ho tersenyum,
"baiklah
teman-teman, target kita malam ini adalah seorang jendral divisi intelijen
negara ini, kita harus menculik dan mencari informasi darinya tentang
pembeberan nama agen dari negara kita, aku meretas situs polisi yg mengatakan
bahwa malam ini sang jendral baru tiba dari jepang dan akan melewati jalan
Dongyun bersama beberapa pengawal.." jelas Jim ho, "berarti
selanjutnya kita harus segera bersiap..tapi, di lihat dari situasinya, kita
membutuhkan seorang sniper," kata Smith, "apa kau tidak salah
bebicara..? hah hah" jawab Bob tertawa, " kita punya si "Silent
killer" disini" tambah Bob melirik Elang, "ha..ha..ha..ha"
mereka tertawa bersama, Elang tersenyum, seketika suasana kebersamaan telah
terjalin.
Jalanan tampak begitu
lengang, jam di tangan Elang menunjukan jam 1.15 pagi, "..laporkan situasi
Elang, ganti" kata Smith leawt radio yg mereka gunakan, "target belum
terlihat, ganti.." jawab Elang, "tunggu...! target terlihat, target terlihat,
ganti" tambah Elang, "semuanya bersiap, kita lakukan ini dengan
cepat, karena mereka mungkin akan memanggil bantuan, Elang, lindungi kami,
ganti" balas Bob, "baiklah, target masuk..! 3 mobil berbaris,
kemungkinan semua 11 orang termasuk target, bersiap untuk tembakan.." jawab
Elang, "klakk.." Elang mengokang senapan M40 miliknya begitu deretan
mobil target masuk dalam lokasi penyergapan mereka, di sisi lain, Smith dan yg
lainnya juga bersiap menunggu di balik pohon di sekitar jalan, Elang
mengarahkan titik tembak teropongnya ke pengemudi mobil target yg paling depan,
"konfirmasi..!" kata Elang memberi tau rekan lainnya untuk bersiap,
"DASH!!!", kaca mobil terdepan itu tertutup berlubang dan penuh
percikan darah, "Brakkk!!!" eketika mobil tersebut oleng, menabrak
pembatas jalan dan terbalik, 2 mobil di belakngnya berhenti dengan meliuk-liuk
karena rem mendadak, "Ayo..!" kata Jim ho, Smith dan Jim dari arah
kiri , Bob dan Fallen dari arah kanan, tampak di mobil yg terbalik tadi ada
beberapa orang terluka berusaha keluar, melihat itu Bob hanya melemparkan pelan
sebuah granat, "DAAMMpp!!!" mobil itu meledak, para pengawal di 2
mobil belakang telah bersiap-siap di balik mobil mereka,
"Tash..tash..tash!" Smith dan yg lainnya mulai menembaki,
"Tash..tatatatash..tash!" ricuh tmbakan balasan dari para pengawal
sang jendaral target mereka, "DASH..!!!", tembakan Elang bergema dari
kejauhan merobohkan seorang pengawal tepat melubangi kepalanya,
"DASH..!". seorang pengawal kembali tersungkur oleh Elang,
"bagus! ini kesmpatan..!" kata Smith berlari maju ke samping, di
barengi Bob dari arah kanan, "Tash..tash..tash..tash!" tembakan
mereka merobohkan beberapa pengawal, "lihat itu..duo
sekutu..hah..hah" kata Jim ho bercanda melihat Smith dan Bob bekerja sama,
yah agen inggris dan amerika itu memang terlihat kompak, "hah..hah, sudah
ayo" kata fallen tertawa kecil lalu maju ingin membantu Smith dan dan Bob,
"treteteetetetet...!" tembakan balasan dari para pengawal terlihat
sangar, Smith dan Bob terpaksa melompat dan tiarap di badan jalan sepi itu, "Elang..!
di depan!" kata Jim, Elang segera mengarahkan bidikannya, tampak 2 orang
pengawal dengan senjata berat menembaki Smith dan Bob, namun Elang tak dapat
sudut tembak karena pengawal itu menunduk di sebelah mobil, hanya sedikit
sekali kepal mereka muncul, "treteeteteeteteteteretetet..!", Smith
dan Bob, tak bisa bergerak karena di guyur peluru oleh para pengawal,
"Elang, dapatkah kau menembak mereka?!? kita kehabisan waktu!" kata
Jim ho memperhatikan rekan nya Smith dan Bob yg tak bisa bergerak karena di
tembaki, "..Sebentar!" Elang kembali membidik..
"ya..." Elang
bergumam dan mengarahkan bidikannya ke ban mobil para pengawal itu,
"DASH!" ban mobil itu pecah, sehingga membuat tinggi mobil itu
berkurang, secara cepat Elang membidik kepala para pengawal yg telah terlihat
"DASH..! DASH..!!!", tembakan Elang merobohkan keduanya, "ayo
Bob..!" ajak Smith setelah ia mengetahui para penagawal itu tersungkur,
Smith dan Bob segera mendekat membuka pintu mobil, "maaf pak jenderal, kau
harus ikut kami..! cepat..!" terlihat Bob menarik target mereka keluar
dengan todongan senjata mereka,"siapa kalian?" kata sang jendral,
"terserah anda mau memanggil kami apa, al-qaeda juga boleh, atau Nazi juga
boleh" jawab Bob bergurau, "sudah Bob, ayo kita bergerak.." kata
Smith.
"Elang
bergeraklah..!" kata Jim ho, "baik..!" jawab Elang yg telah
membereskan peralatannya dan segera menuju sebuah mobil tak jauh di
belakangnya, "dimana kau menemukan penembak hebat itu?" tanya Fallen
yg terkesima melihat aksi Elang terhadap Jim ho, "heh..heh, aku tak begitu
ingat, sudah lah ayo!" jawab Jim ho terus berlari mendekati Smith dan Bob,
juga sang jendral yg menjadi tawanan mereka.
"Brummmppp"
Elang telah sampai dengan
mobilnya, mereka segera pegi dari situ dengan sang jendral sebagai tawanan.