Part 23 " Sersan Tari "
Sers.Tari telah bersiap menekan picu senapannya,
"..tunggu...!
Sepertinya. .a.. ",
"DASH...!
Srkkkhh!"
Sers.Hardi roboh
bersimbah darah, sebuah peluru menghantam dada kirinya sebelum ia menyelesaikan
kata-katanya.
" !!! ",
Sers.Tari terkejut melihat rekannya roboh,
"..Har..!!!",
teriak Sers.Tari, sejenak ia melepaskan senapannya berlari menuju Sers.Hardi
yang tergeletak bersimbah darah dan menariknya,
"..ada..ekh..penemm..bak,
lain..shhhh di
"..sudah jangan
bicara..! Bertahanlah..!!", sahut Sers.Tari dengan mata berbinar,
"..ekhhh,
berju..ang..lah.. Kkhh..", kata-kata terakhir yang belum selesai keluar
dari mulut Sers.Hardi menghembuskan nafas terakhirnya.
Ternyata peluru dari salah
satu anak buah Panglima Katsuun yang menjatuhkan Sers.Tari, yaitu Kapten Aoru
yang juga rekan dari Kapten Marrue, mereka disebut-sebut sebagai taring
Panglima katsuun, karena tindak tanduk mereka sebelumnya adalah melakukan
penembakan gelap kepada orang yang kira-kira akan mempersulit rencana
penggulingan pemerintahan PM Ghoydee sebelumnya dengan keahlian mereka sebagai
penembak jitu dan sabotase.
"..Har..!
Har..!", Sers.Tari menggoncang tubuh rekannya itu, namun tidak ada
tanda-tanda bahwa rekannya masih hidup.
Sers.Tari menutup mata
rekannya dengan haru, kemudian segera ia kembali ke senapannya dengan penuh
amarah, ia bergeser ke sudut berusaha mencari posisi yang tepat untuk
menghabisi dua orang musuh jauh di hadapannya.
Markas Pusat, Indonesia..
"Perintahkan KRI-KRI
untuk segera kembali tetap dalam kondisi siaga penuh,, segera beritahu pihak
singapura tentang penarikan pasukan kita, saya ingin ini dilakukan dengan
cepat, dan sambungkan saya langsung ke pasukan Kapten Joko segera..",
perintah Pang.Rokhim,
Tampak seorang prajurit
komunikasi sibuk menekan beberapa tombol mendengar perintah tersebut.
Tak berapa lama kemudian
Jendral Purnomo kembali ke ruangan utama pusat operasi tersebut bersama Letnan
Vega, untuk kembali menyusun strategi bersama Panglima Rokhim.
Kawasan Istana, Bangkok..
Tak jauh dari posisi
pasukan Kapten Joko dan Lettu Adam Pasukan Marinir Kapten Hari telah terlihat
bergerak menggunakan sebuah truk sipil, tampak juga badan truK itu di penuhi
lubang peluru yang menganga menandakan mereka mengalami pertempuran sengit
untuk menuju kemari.
"..Kapten Hari
disini, masuk..", Kapt.Hari menghubungi Kapten Joko sesaat setelah truk
yang ia naiki berhenti di dekat reruntuhan bangunan sekitar 2000-an meter dari
posisi Kapten Joko,
"..diterima, disini
Kapten Joko, dimana posisi anda kapten?", balas Kapt.Joko dari Radionya,
"..saya ada di
sekitar reruntuhan bangunan.. Mungkin tenggara dari posisi anda.,, oh, saya ada
di sekitar runtuhan menara komunikasi..", jawab Kapt.Hari setelah melihat
ada sebuah tower komunikasi yang patah pada bagian tengahnya akibat
pertempuran,
"..menera
komunikasi? Sebentar kapten..",
" Hei periksa
sekitar dengan teropong, cari dimana terdapat menara komunikasi..!",
perintah Kapt.Joko kepada pasukannya,
Salah satu anak buahnya tampak
berlari ke sebuah mobil yang terpakir tak jauh disana dan naik ke atapnya,
sejenak ia mengarahkan teropongnya menyusuri tiap-tiap sudut kota bangkok yang
hanya tinggal puing-puing serta kepukan asap hitam.
"..ketemu ndan..!
Sekitar 2 kilo dari sini..!", jelas prajurit itu,
"..bagaimana
situasinya..?", tanya Kapt.Joko,
"..situasi aman
ndan..! Musuh hanya berada jauh di timur..! Pasukan Marinir bisa melewati jalan
besar yang tertutup reruntuhan..", jawab prajurit itu lagi,
"..bagus..",
"..Kapten.., di dekat
menara tadi ada reruntuhan gedung, pasukan anda bisa melewati jalan di
sebelahnya, setelah itu anda akan bisa melihat gedung putih dengan bendera
musuh berkibar di atasnya, disitulah posisi saya, ganti..", jelas
Kapt.Joko,
"..diterima kapten,
segera menuju anda.., keluar..", sahut Kapt.Hari menutup Radionya.
Ia dan pasukannya segera
melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Puea Thai Party...
Sers.Tari masih berusaha
mencari posisi kedua sniper yang ia hadapi, Kapten Marrue dan Kapten Aori,
sekilas Sers.Tari tidak melihat lagi Kapten Marrue di posisi sebelumnya,
"..huh..huh, dimana
mereka..", gumam Sers.Tari sambil terus mencari dari teropongnya,
" ! ",
Sers.Tari menyadari sebuah kilauan kecil terlihat di salah satu jendela gedung
yang tak jauh dari markas musuh tersebut, kilauan yang mungkin berasal dari
teropong salah satu musuh.
Segera Sers.Tari
mengarahkan titik bidiknya,
"Kena kau..",
gumam Sers.Tari melihat sebuah laras senjata tampak muncul di celah jendela
tersebut,
"..Dash..!!!
Trakkkk!!", tiba-tiba tembakan menggema dan menghantam dinding hanya
beberapa sentimeter dari posisi Sers.Tari disaat sers.Tari hendak menempatkan
posisinya agar dapat menembak sasarannya yang tampak berada di balik jendela
tadi.
"..ukhhh!!",
Sers.Tari merasakan debu serpihan dinding yang terhantam peluru musuh menerpa
wajahnya,
"Dash..!
Krakkk!", sebuah tembakan di tembakan secara acak oleh Kapten Marrue di
antara debu yang berterbangan kembali menghantam dinding dekat sekali dengan
Sers.Tari,
"..ternyata yang
tadi itu untuk umpan agar aku muncul..", gumam Sers.Tari yang sedari tadi
berusaha meyakinkan dirinya, bahwa ia bisa melakukan ini, karena rekan-rekannya
mempercayainya,
"..kalian salah..,
seharusnya kalian tidak menunjukan posisi kalian.., akulah yang memancing, bukan
kalian...", guman Sers.Tari geram dengan Drama sembunyi-sembunyi ini,
Di tengah-tengah debu
yang masih berterbangan Sers.Sari segera membidik ke arah sumber suara dari
tembakan tadi, samar karena debu ia melihat sosok Kapten Marrue yang masih
sibuk membidik, dan ketika debu mulai berkurang, Sers.Tari bisa melihat jelas
Kapten Marrue tepat di titik bidiknya,
"..oh sial ",
ucap Kapten Marrue melihat Sers.Tari telah membidiknya,
"..DaSH!!
Crrkkk!"
Tembakan Sers.Tari
menghamburkan isi kepala Kapten Marrue,
Kemudian Sers.Tari segera
bergerak ke sudut lain dari posisinya, dekat sebuah dinding yang telah hancur
ia kembali membidik ke arah jendela sebelumnya,
"..sial, kemana
satunya lagi..?", gumam Sers.Tari dengan nafas yang memburu.
Sementara jauh disana Kapten
Aori rekan dari Kapten Marrue tengah berlari, dan kemudian menaiki sebuah
tangga menuju atap gedung tersebut.
"Yang benar saja..!
Marrue di tembak oleh seorang prajurit wanita musuh!!, terlalu memalukan! Aku
harus menhabisi wanita jalang itu!!!", seru Kapt.Aori geram tidak terima
rekannya mati di tangan seorang sniper wanita, tak lama ia tiba di atap dan
segera berjalan jongkok dengan sesekali melirik ke gedung tempat dimana
Sers.Tari berada.
Sementara itu Sers.Tari
masih membidik ke arah jendela-jendela tadi, dan Kapten Aori mulai muncul dan
mulai mengarahkan titik bidiknya ke arah Sers.Tari, bersamaan dengan itu
perlahan Sers.Tari juga mulai mengarahkan bidikannya ke atap bangunan.
Masing-masing titik bidik
bergerak bersamaan, hingga secara bersamaan juga Kapten Aori dan Sers.Tari
melihat satu sama lain dari teropong masing-masing,
" !!! "
Keduanya terkejut,
Semua terasa berjalan
melambat..
"
DAAAASSSSHHHH...!!!"
Bersamaan juga mereka
melepaskan tembakan...
"..sssiiiaallll...",
keluh Sers.Tari di tengah-tengah gema tembakan yang masih terdengar...
"wuuummmbbbb..."
Kedua peluru meluncur
menuju targetnya...
" Shhreekkkhhhhh
"
Percikan Darah mencuat..