part 21 " Terungkap "
Tim 5 Kapten Dimas..
Jet-jet tempur
Kepulan asap di tiap blok jalan-jalan
"Kapten Dimas Tim 5, kapten Dimas tim 5..", Radio
kapt.Dimas menyala,
"..diterima, disini kapten dimas.. Chief Garuda Tim 5,
ganti..", sahut Kapt.Dimas,
"..perintah langsung dari komnando operasi untuk segera kembali
ke markas apabila memungkinkan..",
"..mohon dikonfirmasi kebenarannya, disini Tim 5 sedang dalam
misi, ganti..", sahut Kapt.Dimas sedikit terkejut perihal perintah kembali
ke markas untuk Tim-nya,
"..Panglima 1 Komando operasi, APR 12, diminta anda dan seluruh
Tim 5 untuk segera kembali..", suara di radio terdengar jelas,
"..., baik, diterima Tim 5 segera kembali ke markas,
keluar..", sahut Kapt.Dimas memastikan itu benar,
Tak lama berselang jet-jet tempur itu bertolak menjauh..
"Kapten, lihat.. mengapa mereka menjauh?", Lettu Adam menunjuk
ke jet-jet Tim 5 yang bergerak menjauh untuk kembali ke markas,
"..entahlah.., mungkin mereka kembali untuk mengisi ulang
perlengkapan mereka..", jawab Kapt.Joko,
Pasukan Kapt.Joko dan Lettu Adam masih bersiaga dengan sisa kekuatan
yang ada di sekitar Istana PM thailand tersebut, mereka masih menunggu pasukan
marinir Kapten Hari sampai di lokasi mereka, di lihat dari situasi, mereka
jelas akan sangat kesulitan jika harus bertempur langsung kembali dengan jumlah
prajurit dan perbekalan yang tinggal sedikit.
Puea Thai Party...
"Tastt..!", Sers.Tari melepaskan tembakan, seorang
prajurit musuh roboh,
"Klak..", Sers.Tari mengokang senjatanya kemudian
dilanjutkan lagi ke prajurit musuh lainnya,
"Tastt..!", "klakk ..Tastt!", Sers.Tari menembak
satu prajurit kemudian menembak prajurit disebelah prajurit sebelumnya yang
tampak terkejut mengetahui rekannya roboh.
Sementara dibawah
"..2 penjaga menuju kemari..!", bisik Letn.Mahda melihat
ada dua prajurit
"..Jim..!", Elang melirik Jim, dan Jim menganggukkan
kepala sambil mengeluarkan sebilah pisau dari pinggangnya, begitu juga Elang.
Letn.Mahda sedikit mundur menjaga jarak, sementara Elang dan Jim
berdiri di kanan dan kiri pintu tersebut dengan pisau di tangan mereka..
Dua prajurit thailand itu lewat dan secara tiba-tiba Jim membungkam
mulut salah satunya dengan tangannya dan menusukkan pisaunya ke bagian dada
prajurit itu, sementara Elang menarik lengan salah satunya lagi, kemudian
disaat prajurit thailand itu seperti akan terjatuh, Elang menarik kepalanya dan
segera menyayat leher prajurit tersebut..
"..huhhh..", Letn.Mahda menarik nafas melihat kedua
sahabat itu beraksi.
"..ayo..", kata Jim langsung bergerak masuk ke dalam
markas di ikuti Elang dan juga Letn.Mahda.
"..Tari, kami masuk..", kata Letn.Mahda dari radionya,
"..baik..!", sahut sersan Tari langsung mengarahkan
teropong senapannya ke tiap-tiap jendela di lantai 2 dan 3 markas tersebut,
"..sebaiknya kita ke atas, ke ruangan pusat markas ini, mungkin
disitu kita bisa menemukan Panglima sialan itu..!", seru Jim, suasana
lantai bawah markas itu memang terlihat sepi, mengingat para prajurit hanya
berjaga di luar dan bagian depan ruangan markas, situasi ini sedikit
menguntungkan Elang dan yang lainnya.
"Kau tampak• Sangat berkonsentrasi.., tidak seperti
biasanya..", kata Sers.Hardi,
"..tentu saja.., mereka mempercayaiku untuk menangani dari atas
sini..!", sahut Sers.Tari,
"..mereka atau lelaki dingin itu..?", lanjut Sers.Hardi
tertawa kecil,
"..apa maksudmu Elang..???", Sers.Tari balik bertanya
dengan raut pipi yang memerah,
"...sudahlah.,, aku memperhatikan gelagatmu semenjak kita
bersamanya.., hehehe.,, sudahlah, ayo fokuslah ke mereka disana..", jawab
Sers.Hardi terbahak,
Sers.Tari menghela nafas dan kembali mengawasi lewat teropongnya, sesekali
matanya melirik Sers.Hardi diam-diam, terkejut dengan perkataan rekannya itu.
Markas pusat,
Sementara itu Panglima Rokhim tampak telah kembali ke ruangan pusat
operasi, ia tampak sibuk berkordinasi dengan para perwira navigasi dan komunikasi
untuk memerintahkan penarikan semua pasukan yang berada di thailand, sesekali
ia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 18.02 Wib, ia berharap proses
penarikan pasukab dan segala sesuatunya yang sedang berlangsung sekarang ini
selesai dan berakhir sebelum pagi kembali menjelang.
Di lain ruangan..
"Letnan.. apa kau masih merindukan dia sehingga sepertinya kau
berfikir keras bagaimana caranya perang ini berakhir dengan baik dan dia juga
dalam keadaan baik.., kau tetap berusaha menyeimbangkan antara perasaan dan
tugas.. Saya bangga padamu..", ungkap Jend.Purnomo. Melihat Letn.Vega yang
tengah membolak-balik suatu berkas,
Sejenak Letn.Vega terdiam,
"..izin bicara bebas pak..", sahut letn.Vega,
"Silahkan Letnan..", jawab Jend.Purnomo mengizinkan,
"...saya tidak tau apakah saya merindukannya atau tidak pak,
saya hanya bisa melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan, sebenarnya saya
tidak boleh mengatakan ini, tapi... Saya sedikit merasa senang dengan
peperangan ini, karena dengan adanya peperangan ini keberadaan dirinya bisa
saya ketahui, saya merasa senang sebelumnya anda mengatakan bahwa ia harus
segera kembali ke
"Hmmm.. Setidaknya kau sudah mengatakannya..", sahut
Jend.Purnomo.
Kantor pusat Badan Pengamanan Negara,
Seorang Jendral baru turun dari mobil dinas militer di depan kantor
BPN, langkahnya tampak tergesa-gesa memasuki kantor itu setelah meninggalkan
markas pusat komando,
Ia Jendral Irwan, kepala dari BPN yang sesaat sebelum perang
bergulir sibuk mempersoalkan masalah agen mata-mata seperti Elang.
"..bagaimana sekarang! Ini semakin rumit, Letnan Jauhar
dikabarkan tewas disana..!", keluh Jend.Irwan ketika sampai di ruang kerjanya,
ia baru menerima berita tewasnya letnan Jauhar tangan kanannya yang ia susupkan
ke tim Letnan Mahda untuk membunuh Elang.
"..tenanglah.., ini sudah semakin rumit.,, Panglima telah
menahan PM
"..", Jend.Irwan tampak diam memikirkan sesuatu, sementara
Kol.Musdi dengan tenang menghisap cerutu di tangannya.
Puea Thai party,
Pang.Katsuun sudah mengetahui bahwa jet-jet tempur
"mereka berfikir apabila PM Ghoydee sudah mereka tangkap,
berarti kita kalah.., justru kita menang! Tidak ada lagi si Pemimpin bodoh
itu..! Hahahaha", Pang.Katsuun terbahak di ruang operasinya,
"..semuanya! Tetap jalankan rencana, mereka pasti berniat
menarik seluruh pasukan, jangan biarkan! Habisi semua tentara