Part 20 Wanita yang melebihi Lautan Saat perang
Tak jauh dari situ, tampak KRI Oswald Siahaan 354 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma 355 di bantu RSS Endurance 207 dan RSS Resolution 208 milik singapura tengah bertempur dengan 5 buah kapal perang Thailand, di antara kelima kapal Thailand itu tampak satu kapal yang dinilai berbahaya yaitu kapal induk HTMS Cakri Naruebet Skull 455 Ex.
Perang antar kapal ini
telah berlangsung sedari pagi menjelang hingga menjelang sore ini, tampak
beberapa kapal Thailand mengalami kerusakan parah dan mengepulkan asap hitam
yang membuat mereka menjaga jarak, sementara KRI-KRI indonesia tampak baik-baik
saja, meriam dan roket-roket kapal Thailand ternyata berhasil mengenai salah
satu kapal perang Singapura yaitu RSS Resolution 208 yang buritannya tampak
sedikit terkoyak dan mengepulkan asap.
"Disini kapten
Sitorus KRI AH Perdana kusuma..", Kapt.laut sitorus mengontak lewat radio,
"Diterima kapten,
lanjutkan..", sahut Kapt.Laut Yadi kapten dari KRI Oswald,
"..setelah kontak
tadi sepertinya musuh mulai menjaga jarak dan malah mundur menjauh, sepertinya
ingin kita untuk mengikuti mereka..", kata Kapt.Sitorus KRI AHPK,
"..benar juga,
mereka bahkan jauh dari jarak tembak mereka sendiri.., kita harus lebih waspada
kapten..!", sahut Kapt. Yadi KRI OS,
"Baiklah, tetap
waspada.. Saya akan menghubungi bapak marsekal di pusat, keluar..",
Kapt.Sitorus menutup radionya, sementara Kapt.Yadi masih menggenggam radionya
sambil memutar beberapa knob.
"..disini Kapten
kapal KRI Oswald Siahaan
"..ya, saya rasa
kami baik-baik saja, meriam mereka hanya menyentuh sedikit bagian buritan kapal
kami, tapi kami yakin kami akan baik-baik saja..", sahut Kapt.Pun Kok,
kapten kapal dari RSS Resolution itu, kapal-kapal Singapura itu diketahui terlalu
melebar dari formasi sehingga kapal musuh menjadi sedikit mudah untuk
membidiknya.
"BUMMMsSSSSS!
DUAMMMPPP..!!!"
Tiba-tiba saja tampak air
meluap terangkat ke atas jauh sekali dari kapal-kapal perang mereka namun
sangat masih terlihat jelas air laut beriak karena ledakan,
"..apa
itu?!?!", Kapt.Yadi terkejut, tidak, semua para awak masing-masing kapal
juga terkejut.
"Kapten.. Tenanglah,
itu adalah Kapal Selam KRI Cakra 401 Mayor Sucipto yang berhasil menghancurkan
kapal selam musuh..!", jelas Kapt.Sitorus dari KRI AHPK-nya,
"Benarkah..?!
baguslah..! Saya tak mengetahui bahwa mereka telah menjaga kita dibawah
"Juga Segera beri
tahu Kapt.Pun kok untuk tidak panik kapten, kita biarkan Kapal Selam KRI Cakra dan
Nanggala menyelesaikan ini, sebaiknya kita hanya bersiaga..", sambung
Kapt.Sitorus.
10km dari KRI Oswald
Siahaan dan RSS Resolution, ±250m dari permukaan..
"Hooyaaaahhh!!!!",
para ABK KRI Cakra 401 bersorak ketika 2 Torpedo mereka menghantam sebuah kapal
selam
kapal selam
"Itu tipe 206A
jerman kan!?!", seru salah satu ABK girang kapal selam mereka berhasil
menenggelamkan kapal selam tipe 206A pabrikan Jerman yang memiliki 8 tabung
torpedo, sedangkan KRI mereka hanya memiliki 4 tabung.
Melihat itu kapal induk
Markas pusat,
"Kudeta
Jendral Purnomo dan
Letnan Vega tampak bingung mendengarnya,
"..lihatlah, disisi
kita ada singapura yang mem-backup kita, tapi jangan lupa.. Singapura juga
merupakan negara dibawah pantauan Inggris seperti
"Maksud anda.., ini seperti
sudah direncanakan begitu pak??", Jend.Purnomo tertegun dengan pemikiran
Panglimanya,
"..maksud saya ini
semakin rumit saja, apa mungkin Panglima
"Izin berbicara
panglima..", Letnan Vega meminta kesempatan untuk berbicara,
"..silahkan
Letnan..", sahut Panglima,
"..menurut saya pak,
semua yang bapak cemaskan itu kemungkinan besar pasti akan terjadi.., tapi
bukankah akan sedikit rumit dan memakan banyak waktu sebelum hal itu
terjadi?", ucap Letnan Vega,
"Teruskan
Letnan..", kata Panglima Rokhim,
"..saya rasa kita
hanya perlu memanfaatkan waktu itu untuk menarik pasukan kita secara bertahap
dari
"..itu terlalu
beresiko Letnan..! Lalu bagaimana dengan Panglima itu..?", Jendral Purnomo
menyela, tampak juga Panglima Rokhim serius mendengarkan Letn.Vega,
"..kalau soal itu..
Biarkan Tim Letnan Mahda yang mengatasinya.. Kabar terakhir mereka menyusup ke
Markas militer musuh dan targetnya adalah Panglima pelaku Kudeta itu..",
jawab Letn.Vega,
"..bukannya Tim
Mahda bertugas membawa Elang kembali?", sahut Jend.Purnomo bingung,
"..tidak jendral,
transmisi radio terakhir dari Letnan Mahda mengatakan mereka menyusup Markas
musuh bersama Agen kita Elang pak.., maaf pak saya tidak memberi tahu bapak
sebelumnya", jelas Letn.Vega kembali,
Jendr Purnomo menarik
nafas,
".. Saya rasa kita
harus mencobanya jendral, apabila ini gagal kita tetap juga akan berperang..,
tidak ada bedanya gagal atau tidak.. Tapi aku ingin Tim pemburu Panglima itu
mendapatkan bantuan, cari Tim terdekat dengan mereka disana untuk membantu
mereka, dan tarik seluruh pasukan yang tersisa..", kata Panglima Rokhim,
"..Baiklah.., saya
rasa ini yang terbaik..", sahut Jendral Purnomo,
Jendral Purnomo dan
Letnan Vega segera berlalu untuk mulai melakukan rencana ini,
"Jendral...",
Pang.Rokhim memanggil Jend.Purnomo di ambang pintu ruangannya,
"
"Siap pak..!",
sahut Jend.Purnomo, Letnan Vega yang berdiri tak jauh darinya hanya tersenyum
kecil, ia senang ia bisa sedikit berguna bagi negaranya.