Part 2 "pelarian tak terencana"
Seluruh Tv koran, majalah di negara ini memberitakan peristiwa penembakan 3hari yg lalu, bahkan beberapa berita internasional memberitakannya, beberapa negara lain menganggap itu adlh serangan, tidak ada yg tau kebenarannya.
Jauh dari hiruk pikuk
"Dreded..dededreded.." suara tembakan senjata mesin bergema, "Apa yg kalian lakukan?!?! terus maju! tundukan kepala kalian banci-banci keparat!!!" seseorang berseragam hijau berteriak penuh umpatan, tampak tak jauh di hadapannya terdapat deret kayu bergaris kawat duri yg berbilik-bilik, di setiap bilik terlihat sederetan prajurit di tengah-tengah siraman peluru tajam di atas kepala, "Dedededredededed..!" tembakan terus dilakukan, "aku tidak bisa...sskkhh" tiba-tiba seorang prajurit berhenti dan baris berikutnya di belakang yg juga sedang berdiri, "jangan berhenti! ayo maju, kau bisa melakukannya!" kata seorang yg berada di sampingnya, "aku bosan dengan ini..sshhkk..ini tak berguna!, aku akan keluar!" jawab seorang prajurit td, "iya, tp jangan sekarang, kau harus menyelesaikan ini dulu, ayo maju" kata prajurit di sebelahnya lagi, "Drededededed..! tembakan terus berma, "tidak!!! aku benci dengan ini..aku keluar!" ia berteriak dan bangkit bangkit, "Tsshkkk! Tsshkkkk!" beberapa peluru merobohkannya, tubuhnya terpental terlilit kawat berduri, ia tewas. "berhenti menembak!!" seseorang di pinggir jalan memerintahkan tim penembak jitu, ia melangkah maju dengan tergesa-gesa, membuang cerutunya sambil membuka topinya, "apa kalian tak mendengarku?!? jika kalian mendengarkanku kalian akan jadi prajurit dan kalian takkan mati!!!" bentak seorang terhadap prajurit yg terdiam melihat rekannya tewas di depan matanya, "Dasar kalian Banci-Banci penghisap kelamin!!! lihat dia! mati!!! mati karena tak mendengarkanku!" ditambah lagi,
"Huh..huh"
Elang tersentak, yah, kejadian td adalah sedikit kenangan masa pelatihannya di
kemiliteran dulu, ia kembali menenggak alkoholnya.
"tiiitt..tiit"
telepon satelit di bunkernya menyala, seseorang menghbunginya, ia bangkit
berjalan pelan masuk, di raihnya sebuah telepon model militer yg besar dengan
antena panjang itu, "kemungkinan saluran kita bisa di lacak, jadi aku
hanya ingin memberi tahumu, ada seorang agen korea, inggris, amerika, juga uni
soviet berada disana, mereka berbahaya, usahakan untuk tidak terlalu mencolok,
misimu selanjutnya datang 2x24 jam setelah ini, sangkar keluar!"
"tutt..", seorang pimpinan memngarahkannya singkat, Elang ingin
mengabarkan bahwa ia sudah bertemu dengan agen
Dua hari kemudian. . .
"Teett", mesin
fax di sudut bunkernya berbunyi, "sreett" mengeluarkan salinan dari
pusat yg berisi misi selanjutnya yg dituliskan berupa kode-kode angka,
"mengawasi, mengamati juga mengkonfirmasi agen-agen negara lain yg di
anggap berbahaya?" Elang bergumam, misinya kali ini sangat mengejutkan,
sebelumnya ia diminta untuk menjaga jarak, membingungkan memang, namun ia harus
tetap mematuhi perintah, apapun itu.
"krankk!
teng..teng.." tiba-tiba suatu benda memecahkan kaca bunkernya dan
menggelinding tak jauh darinya, "..!?!?" Elang terkejut,
"basssttt!!!", sebuah granat asap meletup di bunkernya, "aku
sudah terlacak?!?" pikir Elang sambil meraih pistol di mejanya, mundur
mengemas peralatannya, kemudian ia berlari meraih granat asap itu dan
melemparnya keluar, dan segera bersandar di dekat pintu masuk bunkernya, tampak
bayang-bayang pasukan khusus kepolisian setempat sudah mendekatinya, ia
menagintip keluar, "Tang..tang..tang!" tembakan sudah mengarah
kepadanya, "terlalu banyak.." pikirnya melihat sejumlah polisi
bersenjata lengkap di depan bunkernya seraya mendekat, ia menunggu...
"FREEZE!"
tampak sesorang polisi muncul di pintu masuk bunkernyaz,
"TASH..TASH!" Elang menembaknya dari jarak sedekat itu, sesaat
kemudian Elang melompat memutar meraih senjata polisi yg tersungkur itu,
berguling sebentar.. "Treteteteeteet.." ia menembaki polisi lain yg
berbaris di belakang polisi yg roboh tadi, para polisi itu terkejut dan roboh
satu persatu, Elang mengambil beberapa granat dari ranselnya, ia lemparkan ke
depan bunkernya, "BAAMMMPp!!!" granat itu meledak, mengagetkan
sejumlah polisi di luar, kesempatan itu digunakannya berlari keluar, berguling,
bangkit dan berlari lagi di tengah kepulan asap itu ia melempar granat lagi ke
arah pasukan polisi yg mengepungnya dan ke bunkernya, sontak para polisi yg
berbaris di balik mobil-mobil berhamburan, "BAMMMppp!!!...BAMMMPP!!"
deretan mobil polisi itu meledak, juga bunkernya, ia terus berlari memasuki
hutan kecil, "Deg..deg..deg..deg" tampak sebuah helikopter polisi
bersenjata menyambutnya di luar, "Tretetetetet..tetetetet!", Elang di
hujani tembakan senjata mesin dari helikopter tersebut, ia terus berlari zig
zag menghindari pepohonan, butiran peluru mengiringi di kanan kiri langkah
kakinya, "tretetetetettt..tetetet!" helikopter itu terus mengikutinya
dan menembakinya, "sial, bagaimana bisa secepat itu polisi mengetahui
keberadaanku?!?" pikirnya, ia mencurigai agen
Elang masih berlari
menghindari tembakan Helikopter kepolisian negara tersebut,
"csskkk..csskk!" percikan proyektil menghantam pepohonan,
"hah?!?" Elang terkejut dan terjatuh tak menyadari turunan bukit
kecil di hadapannya, ia terperosot berguling-guling menggelinding,
"ehkk!" rintihnya sesekali tubuhnya sedikit menghantam pohon dan
menggelinding lg...
"ufhhttt!"
ia tergeletak di sebuah
jalan beraspal ujung dari bukit kecil tadi, kepalanya sedikit mengeluarkan
darah, ia berusaha bangkit, namun terjatuh lagi, "sialan!!, shkk...kalau
begini aku bisa tertangkap.." pikirnya,
"bhummmmprr.."
tampak sebuah jeep hitam-tiba berhenti di suatu saat, pintu terbuka beberapa orang menariknya ke dalam mobil itu, "hei! apa ini?!?" Elang kaget, pintu segera tertutup kembali, "jalan!!" kata salah satu orang yg membawanya, "siapa mereka!?" pikir Elang, melihat mereka tidak berseragam polisi yg mengejarnya td, "sialll..."