Part 19 " Detik akhir?"
Puea thai party,
"..ini sedikit
terdengar gila, em..aku tak bermaksud untuk ragu, tapi kita hanya beberapa
prajurit yang hendak menyerang sebuah markas militer musuh...terdengar aneh
bukan?", ungkap Jim di tengah-tengah pergerakan mereka mendekati Markas
militer Puea thai party dari belakang,
"..entahlah.. Aku
tidak tau ini buruk atau tidak, tapi yang jelas kita tetap harus
melakukannya..", sahut Elang,
"Yah baiklah, kau
selalu saja beraksen dingin, hmm yah, apapun yang terjadi aku akan selalu
mengawasimu..", ucap Jim,
"..hei sudahlah,
lihat itu..", Letn.Mahda memotong pembicaraan dua sahabat itu, tampak
beberapa prajurit
"Sers.Tari, katakan
statusmu..!", Letn.Mahda menghubungi Sers.Tari melalui radio komunikasi,
"Roger ndan, saya
sudah di posisi..", sahut Sers.Tari yang berada jauh di belakang bersama
Sers.Hardi,
"..urus para penjaga
di atas dengan senyap, dan tetap awasi tiap jendela dan bilik-bilik di lantai
atas..!", perintah Letn.Mahda lagi,
"Siap,
laksanakan..!", Sers.Tari menyahut.
Sers.Tari terlihat
memasang peredam di SPR-1 nya dan segera kembali melirik teropong senapannya,
sementara itu disebelahnya Sers.Hardi sibuk mengamati markas musuh dengan
binocularnya.
"..2 orang di arah
jam 11, dan 1 orang di arah jam 2.., kecepatan angin stabil.., kau bisa
memulainya sekarang,
"Klakk..klak"
Sers.Tari mengokang
senapannya, sedikit mengatur range bidik teropongnya dan segera mengarahkan titik
bidiknya ke seorang prajurit penjaga musuh,
"..kita bisa
memulainya sekarang...", tambah Letn.Mahda melalui radio, kemudian
menganggukkan kepala kepada Elang dan Jim pertanda mereka segera mulai
menyerang,
"..baiklah.....",
Sers.Tari bergumam.
"..sepertinya kau
terluka, jadi berhentilah melakukan itu..", kata seorang wanita kepada
Elang yang terus menembaki papan Target jauh di depannya dengan senapannya,
tampak juga bahwa jari telunjuk Elang yang menekan picu berlumuran darah, tapi
Elang tetap terus menembak,
"..kau mengatakan
ini adalah latihan.., latihan seperti apa ini? kau sudah sehari semalm
menembak..! kau bahkan menghiraukan jarimu yang terluka..!", kata wanita
itu lagi,
tampak di sekeliling
Elang berserakan ratusan selongsong menumpuk, dan tampak beberapa senapannya
yang sepertinya kepanasan karena digunakan tanpa henti,
"Elang..! apa yang
kau cari dengan ini!?!", bentak wanita tersebut,
"....", sejenak
Elang menghentikan tembakannya,
"...aku baru saja
membunuh 26 orang dengan tangan dan senjata ini dalam semalam... jadi aku harus
menghukum tangan ku ini.. karena aku tidak tau mereka targetku bersalah atau
tidak....", jawab Elang kemudian melanjutkan menembak sebuah Papan target
yang telah hancur...
"ukhhh...",
Elang tersadar dari bayangan masa lalunya itu,
"kau tidak apa-apa
teman?", tanya Jim ho melihat Elang bertingkah aneh,
"tidak..aku tak
apa", jawab Elang.
Ruang komando, Puea thai
party..
Panglima Katsuun tampak
sedang memperhatikan dari layar monitor pasukan-pasukan tambahan yang sedang
bergerak menuju medan perang dengan panser-panser dan tank-tank yang mereka
miliki, sangat mengejutkan memang, Pang.Katsuun sengaja mengumpulkan tank-tank
dari Kavaleri ke-4 Royal Guard, Batalyon Kavaleri 8 Nakhon Ratchasima, dan 9
Kavaleri dari Batalyon Phitsanulok untuk berkumpul di puea thai party seminggu
sebelum peperangan ini bergulir.. Sepertinya ia memang sudah memastikan ini
akan terjadi.
"Pak, mereka
mengirimkan kapal dan jet-jet tempur mereka kesini..", prajurit
komunikasinya memeberi tau,
"..bagus, sudah
kukira mereka pasti benar-benar membantu", kata Pang.Katsuun,
"Prajurit, panggil
Kapten Marrue dan Kapten Aoru kemari segera..!", Pang.Katsuun menyuruh
prajurit komunikasi itu untuk memanggil Dua orang prajurit kepercayaannya.
Tak lama muncul dua orang
prajurit menghadap Pang.Katsuun, mereka tidak tampak seperti prajurit biasanya,
mereka berdua tampak lebih dingin tanpa ekspresi.
"..siap pak",
Kapt.Marrue menghadap pang.Katsuun bersama Kapt.Aoru.
Tampak Panglima memberi
tugas rahasia kepada dua prajurit itu, ntah apa yang direncanakan Pang.Katsuun
dengan dua Orang anak buahnya yang tampak asing itu.
kawasan pesisir, Khao
Lak..