Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Part 17 " Musuh baru dan target selanjutnya! "







Part 17 " Musuh baru dan target selanjutnya!"


"Masih terlihat pergerakan beberapa tank musuh bergerak.. Kepada seluruh Tim 5 agar 86-kan kembali..", perintah Kapten Dimas dari kokpit SU-30 nya, "whuuummmmppp!" Deru sukhoi-sukhoi Tim 5 kembali menggetarkan pasukan Panglima Katsuun, "syUuuhhttt..shuuuuutt..DUAAARRRMM..DUAAARRMM!",

Rudal-rudal meluncur menghancurkan tank-tank militer thailand .

Markas pusat, pesta puea thai..

"Pak.., pasukan kita di gempur jet tempur musuh pak, kita kehilangan kekuatan 80 persen dari unit tank dan panser..", lapor seorang prajurit komunikasi,

"..Sialan..!, cepat itu bantuan udara mereka datang..?!", Pang.Katsuun terkejut,

"..apa yang harus kita lakukan pak?",

"..sebentar, sewaktu-waktu sebelum PM Ghoydee tertembak ada jet tempur bantuan yang dikirim oleh negara seberang?" Pang.Katsuun bertanya,

"Ada pak.. Dari database yang ditinggalkan pasukan pengawal PM Ghoydee, itu adalah jet tempur dari teman kita, Malaysia, tetangga dekat musuh pak..", jelas anak buahnya itu,

"..hmm..bagus !Hubungi kepala negara mereka, saya akan membuat pertukaran dengan mereka untuk membantu kita..!", kata Pang.Katsuun meminta prajurit komunikasinya untuk segera menghubungkannya dengan pemerintah Malaysia.

Komando Operasi, Jakarta, Indonesia..

Di samping itu, tampak dalam suasana ruang komando, tampak beberapa ruang tengah sibuk membicarakan sesuatu, tampak di ruang kordinasi, tampak membahas hal-hal yang dinilai wajib, di situ Jend.Purnomo dan ajudannya Letnan Vega.

"..bagaimana? Kalian sudah menemukan agen itu?", Pang.Rokhim bertanya,

"...saya juga sudah mengirimkan kiriman untuk bertemunya..", jawab Jend.Purnomo,

"..lalu, bagaimana dengan jet- jet tempur secara misterius itu? Sudah diketahui negara mana yang mengirimnya?", Pang.Rokhim kembali bertanya,

Jendral Purnomo melirik Letnan Vega, Letnan Vega buru-buru membuka berkas-berkas yang ia bawa,

"..masih terlihat pak, karena jet-jet itu tidak menggunakan lambang atau bendera negara jadi agak sulit, tapi hasil dari beberapa foto yang di dapat dari kamera pada pesawat-pesawat kita tidak jauh berbeda dengan jet-jet kita pak, jadi jet itu adalah jet-jet tempur masih dari kawasan Asia pak.., karena kita tahu beberapa negara Asia juga membeli jet-jet serupa dengan kita dari Rusia pak..", jelas Letn.Vega,

"...! ..", Pang.Rokhim memandang,

"..lalu..kemungkinan yang paling besar letnan??", Pang.Rokhim bertanya, Letnan

Vega tampak terhenyak melirik ke kedua atasannya itu, dia tampak ragu akan hasil analisis yang ia kerjakan,

" ..letnan?", Pang.Rokhim kembali bertanya,

Letn.Vega tampak menarik nafas berat,

". .Malaysia pak...",

Panglima Rokhim bangkit dari tempat duduknya memegangi keningnya,

"..berapa persen kemungkinannya Letnan?", Jend.Purnomo bertanya,

"..60 persen pak", jawab letnan Vega, Letnan Vega tampak bibir bawahnya melihat kedua atasannya itu terkejut dengan analisa yang ia lakukan, mengingat ini adalah sebuah analisa yang dapat mengganggu struktur dunia yang masing-masing negara dalam peristiwa ini mencoba untuk mempertahankannya.

20 menit dari Puea thai Party, thailand..

Sebuah SUV putih melaju kencang dengan jalan kota yang sepi karena peperangan yang terjadi, tak jauh dari situ berlangsung pertempuran sengit, ledakan rudal-rudal jet-jet tempur terdengar seantero thailand, tampak jet-jet indonesia itu bermanuver rendah bersiap melakukan serangan.

"..apa yang kalian lihat?", Letn.Mahda bertanya,

".. Hmm lebih baik bukan aku yang menjelaskannya..aku yang menyetir", sahut Jim tersenyum kecil sambil melirik Elang dari balik SUV putih yang mereka tumpangi,

". . Kami akan membunuh Panglima besar Thailand..", jelas Elang yang duduk di depan sebelah Jim, sementara Letn.Mahda juga Sers.Hardi dan Sers.Tari di jok belakang SUV tersebut, mereka terpaksa mengikuti Elang dan Jim.

"Seorang panglima? Lalu sekarang ini kalian hendak menuju markas militer negara ini untuk membunuhnya? Begitu? Apa sudah gila dan bodoh menyerang markas itu berdua saja??!?", sahut Letn.Mahda,

"..aku rasa tidak ada pilihan , hanya itu yang kami rasa dapat menghentikan perang ini..", jawab Elang,

"..hmmm", Letn.Mahda mendengarkan,

"..Jendral tersebut sementara ini yang menjadi penyulut api peperangan yang akan terjadi, aku tak bisa membiarkan itu , dan kami benar-benar tak ada pilihan letnan", jelas Elang,

Sejenak Letn.Mahda terdiam seperti sesuatu, sementara Sers.Hardi dan Sers.Tari sibuk mengamati keadaan di sekitar jalan,

"..yah sepertinya kita tidak punya pilihan, karena indonesia tercinta sedang dipertaruhkan.. Baiklah! ayo.. Kita bunuh panglima itu!", Sahut let Mahda sambil mengokang senjatanya,

"krakk..krak ! ", Elang, Jim, juga Sers .Tari dan Sers.Hardi terkejut dengan kutipan Letnan Mahda, mereka melirik Letnan muda tersebut,

"..yah, kita bersama-sama akan menangkap perang ini.., sersan Tari, sersan Hardi", sambung Letn.Mahda,

"Ya ndan" , sahut keduanya,

"..kita bantu mereka untuk indonesia..", perintah Letn.Mahda,

"..Siap komandan!", sers.Hardi dan Sera.Tari menyahut,

"..terima kasih Letnan..", kata Elang ,

"..tidaK, aku bukan membantumu.., aku melakukannya untuk indonesia!", jawab Letn.Mahda semangat,

"..Siap Letnan..!", sahut Elang tersenyum, ia tidak mengira Letnan Mahda yang sedari awal hanya mempersoalkan tentang misi membawanya kembali, sekarang telah terbuka untuk melakukan sesuatu untuk negaranya sebagai bagian dari Tentara Republik Indonesia,



"Baiklah...! Ayo kita selesaikan ini..!", Jim ho menyela dan segera menginjak pedal gas SUV itu dalam-dalam, SUV mereka melaju kencang meliuk-liuk di jalan-jalan dan perempatan, tampak di balik bangunan-bangunan kecil berdiri sebuah Gedung putih tak kauh dari situ, yah gedung Puea thai party tujuan mereka.