Part 16 Serangan Balik
Part 16 Serangan Balik
Matahari tampak sudah
menggantikan tugas sang bulan malam tadi, dan sekarang bisa terlihat jelas kota
Bangkok yang menjadi arena pertempuran telah porak poranda, asap mengepul
dimana-mana, banyak sejumlah bangunan sudah tak utuh lagi atau bahkan rata
dengan tanah, kawah-kawah buatan yang tercipta dari ledakan demi ledakan
membuat Bangkok tak ubahnya seperti permukaan bulan, sementara tampak
prajurit-prajurit dari kedua belah pihak yang telah gugur yang tengah di
evakuasi oleh rekan-rekannya,
Pertempuran seperti tak
akan berakhir..
"Tetap waspada
semuanya, kita masih di tanah musuh..,", gema perintah Kapten Joko
mengingatkan sejumlah pasukannya yang tengah memanfaatkan ketenangan ini untuk
mengisi perut-perut mereka dengan Ransum-ransum yang mereka bawa,
"Kapten, sepertinya
ada yang aneh.,", kata Lettu Adam yang menghampiri Kapt.Joko,
"Apa maksudmu
Letnan?", tanya Kapt.Joko,
"..tentara musuh
bertempur di tanah mereka sendiri.., mengapa mereka tak ada mendapatkan
tambahan kekuatan..? Perasaanku tidak begitu bagus akan hal ini..", Lettu
Adam mengungkapkan kecemasannya,
"..saya juga
berfikir begitu.. Setidaknya markas pusat telah mengirimkan Skuadron udara kita
kesini..", sahut Kapt.Joko tenang, meskipun sebenarnya ia juga sangat
khawatir akan hal ini.
Sementara itu, tanpa
disadari pasukan Panglima Katsuun terus mendekat, prajurit-prajurit
Pinggiran
"..baik, sekarang
kami akan membawamu dari sini.. Bagaimanapun, itu adalah misi kami..kami juga akan
membawa dia kakakmu..", Letn.Mahda menjelaskan,
"..bagaimana dengan
perang ini?", tanya Elang,
"..ini bukan urusan
kami, kami hanya harus membawamu kembali ke
"..hei, jaga nada
bicaramu...", sahut Jim menanggapi Sers.Hardi,
"..bagaimana dengan
rekan-rekan kita di
"..sudahlah.. Kau
tau kita hanya berempat, jika kita kesana tak akan merubah apapun..! Apa kau
bisa mengerti!?!?" Jawab Sers.Hardi membentak,
"..sudah ku bilang
jaga nada bicaramu kawan...", Jim ho mendekati Sers.Hardi,
"Sudahlah.. ini
bukan prioritas kami.,, misi kami hanya untuk membawamu pulang.. Selebihnya
tidak.,Hardi, kontak markas pusat, hubungi Jendral.." Perintah Letn.Mahda,
Tak lama Radio Sers.Hardi
telah terhubung ke markas pusat,
"..ini, ada yang
ingin bicara padamu..", Sers.Hardi menyerahkan Radionya kepada Elang.
"....Jendral purnomo
disini, ganti..",
". . .di
te..ri..ma..", jawab Elang terbata,
"..Letnan Mahda kah?
Ganti..",
"..negatif...E..Lang
disini, ganti...", sahut Elang,
Jend.Purnomo tak
menjawab.. Tapi tak lama kemudian,
"...syukurlah nak...
Kembalilah kesini, ke negrimu nak.. ", kata Jend.Purnomo,
"....iya..aku segera
kembali..", jawab Elang lagi, Sers.Hardi dan Letn.Mahda hanya tercengang
melihat Elang yang sangat patuh dan penurut terhadap Jend.Purnomo, padahal
sedari tadi mereka kesulitan untuk membujuknya.
Pasukan Kapt.Joko dan
Lett.Adam, kawasan Istana,
Semua prajurit terkejut
begitu mendengar gemuruh deru yang terdengar tak jauh dari barikade mereka,
"..serangan
balik..!!!", salah satu prajurit memberi tau.
"..syuuuusss..syuuuusssshh..syussshhhh..."
Tiba-tiba beberapa roket
meluncur di atas mereka,
"..BAMMMMMMRRR..bAAAMMmMRRRM..!!!",
roket tadi mendarat dan meledak di beberapa titik, asap, serpihan serta debu
berterbangan di antara prajurit yang terluka akibat ledakan itu,
"..semua..! Buat
perimeter di barikade..!!!", Perintah Kapt.Joko, pertempuran pun kembali
pecah di pagi ini, menjadi semacam sebuah parade penyambutan hari ini.
"Tretettetetetet..tretetetetet..!"
Tembakan demi tembakan
terus bergulir, sesekali ledakan bergema, dan tampak beberapa prajurit
Kapt.Joko gugur dan terluka parah terkena tembakan dan serpihan ledakan
meriam-meriam tank pasukan Pang.Katsuun,
Tank-Tank pasukan
pang.Katsuun terus memborbardir pasukan Kapt.Joko dan Lett.Adam, Tank-tank
berbaris di lini terdepan, di selingi panser-panser mereka dan
prajurit-prajurit, Meriam, roket, dan tembakan peluru menghujani perimeter
Pasukan Kapt.Joko,
"DUARRRRR...DUAARRRRRRMMmPp..!!!"
Ledakan sahut menyahut,
pasukan Kapt.Joko terberai akibat banyak anak buahnya yang gugur menerima
serangan mendadak itu, bayangkan saja, lokasi mereka terlindungi oleh perimeter
dari serpihan gedung-gedung hancur membuat pasukan Kapt.Joko seperti berada di
suatu kubangan, Tank-tank pasukan Katsuun hanya tinggal menembakkan
meriam-meriam mereka ke dalam, mereka terus menggempur tak henti-henti..
"DUAAARRRR....DUAAARRRMMMMM..!!!".
Di lain sisi pasukan
kapt.Joko bak sasaran latihan tembak membuat mereka kehilangan koordinasi,
prajurit yang gugur semakin bertambah,
"Semuanya mundur..!
Ke Istana!", seru Kapt.Joko
Pasukannya segera mundur
masuk ke halaman istana, tampak beberapa prajurit berusaha menarik rekannya
yang tengah terluka dan tak bisa bergerak untuk mundur di tengah ledakan demi
ledakan meriam-meriam Tank pasukan musuh,
"..Kapten..! Korban
pada kita terlalu banyak..! Dimana bala bantuan udara!?!?", eluh Lettu
Adam.
"Whhuuuummmmppppp...!"
Deru jet-jet tempur yang
tiba-tiba terdengar membuat Lettu Adam diam seperti patung, seperti do'a
dikabulkan saja.
4 buah jet SU-30 yang di
pimpin kapten Dimas telah sampai di langit-langit
"Disini Chief Tim 5
kapten Dimas, kepada seluruh tim hancurkan Tank-tank musuh, di ulangi,
hancurkan tank-tank musuh..!", perintah Kapt.Dimas melalui radio,
"Wushh...wushh..wush..!"
Kali ini Rudal-rudal
jet-jet tempur itu meluncur ke Tank-Tank pasukan Pang.Katsuun,
"..BAMPPPPp...BAAMMMPPP...!"
beberapa Tank dan
panser-panser di sekiranya serta prajurit-prajurit berserakan ketika
rudal-rudal itu menghantam mereka.
Sementara itu..
"...!..", Elang
dan lainnya terkejut mendengar dentuman dentuman tembakan serta ledakan demi
ledakan yang sedari tadi menggema.
"..pertempuran di
mulai lagi, tapi kali ini terdengar lebih dahsyat dari sebelumnya..", kata
Jim ho sambil memperhatikan kepulan asap yang tampak,
"..sekarang apa yang
harus kita lakukan?", tambah Jim bertanya,
"..tidak ada, kita
hanya harus menunggu tim evakuasi datang..", sahut Letn.Mahda,
"..Katsuun..",
gumam Elang yang tampaknya sedang memikirkan sesuatu,
"..hah? Apa yang
barusan kau katakan Elang?", tanya Jim ho,
" Panglima Katsuun.,
kita harus membunuhnya Jim..!", jawab Elang,
"..apa maksudmu? Apa
yang kau pikirkan..?", tanya Jim lagi,
"..Hanya orang
sekelas Panglima Katsuun yang bisa membuat sejumlah pasukan militer meng-kudeta
PM Ghoydee di tengah keadaan seperti ini.., lihat.. Ketika PM Ghoydee tampak
terbunuh olehku tiba-tiba saja pasukan musuh muncul menyerang balik dengan
kekuatan penuh, hanya seorang Panglima atau pemimpin operasi yang dapat memberi
perintah kepada pasukan sebanyak itu.. Tidak ada orang lain selain Panglima
Katsuun..!", jelas Elang,
"..kau benar.., tapi
bagaimana dengan mereka? Mereka tak akan mengizinkanmu..", sahut Jim
menunjuk ke Letn.Mahda,
"..sudahlah, ayo
bergerak..!", kata Elang sembari mengambil senjatanya berjalan keluar di
ikuti oleh Jim ho,
"..Hei tunggu mau
kemana kalian?!?", kata Letn.Mahda, Elang dan Jim tak menghiraukannya dan
terus berjalan,
"..hei..berhenti..!",
Sers.Hardi berteriak sambil mengarahkan senjatanya,
"..dia membidik
kita..?!?", kata Jim panik,
"..tetap bergerak,
ia takkan menembak..", sahut Elang,
"..Sial, dia tau aku
takkan menembak..", kata Sers.Hardi,
"Sebaiknya kita ikuti
mereka, ayo..", ajak Sers.Tari, di ikuti Letn.Mahda dan Sers.Hardi.
"Dimana kita akan
menemukan si Katsuun itu?", tanya Jim,
"..kita datangi
markas mereka, satu jam dari sini dengan kendaraan..", jawab Elang,
"Apa..? Kendaraan?
Kau hendak menyuruhku mencuri mobil-mobil ini ya?", tanya Jim ho sambil
melihat beberapa mobil milik masyarakat yang di tinggalkan, Elang hanya
tersenyum mendengar itu.