Part 14 "Menjelang Pagi "
Part 14 "Menjelang Pagi "
Kawasan Istana,
Tampak sebuah sedan
melaju di jalan yang telah sunyi di tinggalkan masyarakat
"Sebaiknya kita
berhenti disini, agar tidak mengundang perhatian..", Letnan Mahda memberi
instruksi,
Letnan Jauhar yang
memegang kemudi segera menepikan sedan yang mereka tumpangi di sebuah
persimpangan,
Ke empat prajurit itu pun
segera memeriksa kondisi sekitar, mereka adalah tim khusus penyelamatan
sandi:Elang yang dikirimkan Jendral Purnomo, tampaknya mereka mencuri mobil
masyarakat sekitar untuk sampai kemari, karena bukan perkara yang sulit untuk
menemukan
"..kita mulai dari
mana? Kita berada di balik garis musuh..!", Letn.Jauhar memberi tau,
"..sebentar, target
kita, Agen itu adalah si Silent killer divisi mata-mata..", jelas Letnan
Mahda,
"Lalu apakah maksud
anda kemungkinan dia juga akan ikut andil di pertempuran ini..?",
Sers.Tari menyahut,
"..memang
kemungkinannya sangat kecil,, tapi bukan tidak mungkin meskipun dalam keadaan
seperti ini ia tetap menjalankan tugasnya sebagai Agen
"..jika perkiraan
kau benar, ini sama saja mencari jarum di tumpukan jerami..!", Letn.Jauhar
menyela, "bagaimana kita memulainya..?", lanjut Letn.Jauhar bertanya,
"..mungkin saat ini
Agen itu tengah memantau peperangan ini, jika aku tak salah.., kita hanya perlu
mencari cara agar ia muncul beraksi..," sambung Letn.Mahda,
"Bagaimana caranya?
Pak?", Sers.Tari bertanya,
"Saya sendiri tidak
tau..". jawab Letn.Mahda.
Mereka tak menyadari
sebuah teropong tengah mengamati gerak mereka dari kejauhan..
Elang memperhatikan ke
empat prajurit itu melalui teropong M82 nya,
"..pasukan tak ada
simbol bahkan tak ada apapun di seragamnya?.. Dari perawakan dan jenis
senjatanya mereka dari
"..Jim,..",
Elang memanggil rekannya,
"..ada apa?",
sahut Jim yang tampak tak bersemangat lagi,
"..jika kau menjadi
seorang Jendral, apa yang akan kau lakukan jika ada seorang Agen yang
membahayakan Negara dan posisimu sebagai jendral?", Elang bertanya,
"..hahaha..bagaimana
aku bisa jadi jendral?", jawab Jim tertawa,
"Sudah jawab
saja!!!", Elang serius,
"..oke..,, yah tentu
saja aku akan membunuh Agen itu demi negara ku dan aku sendiri,, mudah
"Eh..kenapa kau
menanyakan itu..? Apa yang kau lihat?", Jim berbalik bertanya sambil
meraih binocularnya segera memperhatikan jauh ke depan.
"Siapa
mereka..?", tanya Jim setelah melihat pasukan Letn.Mahda di kejauhan,
"..mereka pasukan
khusus dari negaraku, mungkin mereka di kirim untuk melenyapkanku...",
jawab Elang.
Sementara itu Heli-heli
jenis AS 550 tengah menggempur Panser-panser militer Thailand dengan
misil-misil yang mereka bawa, tak jarang tembakan balasan dari senjata-senjata
mesin panser-panser itu juga berhasil menjatuhkan Heli-heli tersebut,
"DUAMMMPPPP...DUAAAMMMPPP..!!!"
Ledakan demi ledakan
kembali menghiasi
Istana PM Ghoydee,
Letnan Adam dan
pasukannya terlihat berbaris hendak keluar dari istana itu bersama tawanan
mereka PM Ghoydee di tengah-tengah mereka,
"..ada yang ingin
aku tanyakan padamu prajurit..", tanya PM Ghoydee kepada Letnan Adam
sambil terus berjalan mengikuti gerak pasukan tersebut,
"..apa yang hendak
anda tanyakan pak perdana mentri..?", jawab Letn.Adam dengan tetap waspada
dalam formasi timnya,
"..jika kau bisa
mengulang hidupmu, apa yang ingin kau ulang di hidupmu?..", tanya PM
Ghoydee, "...", Letnan Adam sedikit terkejut mendengar pertanyaan PM
Ghoydee,
"..sudahlah, kau
tidak harus menjawabnya..", sambung PM Ghoydee tersenyum.
"Pak, Heli penjemput
telah menunggu di luar..", seorang anak buah Letn.Adam memberi tau,
"..baik, segera
bergerak untuk mengevakuasi tawanan kita..", sahut Letn.Yudha, sejenak
mereka berhenti di pintu-pintu kaca istana, tampak sebuah Heli tengah menanti
20 meter di depan.
"..Lihat itu..!
Mereka akan segera membawa PM Ghoydee!", seru Jim,
Elang segera mengarahkan
teropongnya,
"..apa yang akan kau
lakukan Elang???", Jim bertanya, Elang hanya diam tak menyahut, namun ia
tetap memposisikan titik bidiknya ke dada PM Ghoydee,
"..kau harus
melakukan sesuatu..waktu kita tak banyak...", Jim ho mengingatkan,
". . ." Elang
masih diam, sesuatu sedang bergejolak dalam dirinya, jari telunjuknya bergetar
di sisi picu senapannya,
"..Elang..! Apa yang
akan kau lakukan?!?", Jim kembali bertanya.
Tak jauh dari mereka, Tim
Letnan Mahda juga bergerak memutar mendekati kawasan istana tersebut,
"..terus bergerak..!
Dari percakapan komunikasi radio, Tim pemburu berhasil menangkap Pemimpin
negara ini..!", perintah Letn.Mahda terus bergerak bersama 3 orang anak
buahnya.
"..mungkin ini
satu-satunya kesempatan kita untuk mengetahui dimana Agen itu berada..",
tambah Letn.Mahda lagi,
Letnan Mahda dan para
anak buahnya tampak berlari cepat menyusuri tiap-tiap jalan tikus di antara
gedung-gedung di
Markas Pusat,
"Pak, sepertinya Tim
lettu Adam berhasil menangkap PM
"..baik,
konfirmasikan mereka untuk segera membawa tawanan kemari..!, dan juga untuk
sementara tarik Skuadron Udara pimpinan Letnan Yudha kembali, perintahkan
Skuadron Kapten Dimas untuk menggantikan mereka..!", perintah Pang.Rokhim
Maluda,
Penarikan jet-jet tempur
pimpinan Letn.Yudha di lakukannya untuk tetap mempertahankan keunggulan saat
ini, mengingat Letn.Yudha dan rekan-rekannya sudah melihat rekannya tewas, bisa
jadi pengendur semangat, juga sebagai antisipasi jika mereka kehabisan
perbekalan amunisi dan sebagainya.
Skadron Udara 11 Wing 5
Lanud Hasanuddin, Makassar,
Empat buah jet tempur Tim
5 SU-30 MK2 tampak bersiap untuk lepas landas mengingat mereka di tugaskan
menggantikan Tim Garuda pimpinan Letn.Yudha.
"Menara..di sini
chief tim 5 Kapten Dimas anggara meminta izin untuk lepas landas..",
Kapt.Dimas menghubungi Flight tower,
"..di izinkan Tim
5.."
Tak berselang lama ke
empat jet tempur itu tampak segera melesat meninggalkan pangkalannya menuju
"Garuda 1 ke tim
Garuda,, diperintahkan untuk kembali ke pangkalan.. Akan ada Tim 5 Kapten Dimas
yang akan menggantikan kita, ganti..", Letn.Yudha mengkonfirmasi Garuda
lainnya,
"..di mengerti, usul
Garuda 1, sebelum kita kembali meminta izin menggempur Markas besar musuh,
ganti..", Letn.Surya garuda 2 meminta izin untuk menyerang Markas militer
Thailand Puea thai Party, markas Pimpinan Panglima Katsuun,
"Di izinkan garuda
2, 5 menit dari sekarang..",
Letnan Surya segera
melesat begitu mendapatkan izin dari Chief skuadronnya Letnan Yudha.
Kawasan Istana,
Beberapa orang tampak
berada di atap sebuah gedung tak jauh dari Tim letnan Adam yang hendak
mengevakuasi PM Ghoydee tawanannya menggunakan Helikopter,
Mereka Tim letnan Mahda.
"..jika si Silent
killer itu beraksi, kita akan melihatnya dari sini.., usahakan untuk
bersembunyi, aku punyaa firasat dia sedang membidik dari kejauhan..",
Letnan Mahda memberi aba-aba yang segera dilakukan 3 orang anak buahnya.
"Baiklah, ayo
bergerak dengan cepat..! Ayo..ayo..!", Letnan Adam dan anak buahnya mulai
bergerak menuju helikopter yang menunggu Tawanan mereka PM Ghoydee.
"Elang.., mereka
bergerak..! Semua terserah padamu.., putuskan sekarang", Jim mengingatkan
rekannya,
Elang masih diam saja.
"Pak..silahkan naik
ikut kami..", Letnan Adam meminta PM Ghoydee untuk segera menaiki Heli
yang sedari tadi menunggu, PM Ghoydee tampak tak ragu-ragu untuk menaikinya,
kemudian..
"DASH..!!!"
Sebuah tembakan bergema
di kejauhan...
PM Ghoydee roboh
bersimbah darah...sesaat sebelum menaiki heli tersebut, Elang menembaknya.
" !!!!, segera bawa
dia cepat..!, beri tembakan perlindungan ke tenggara 15 derajat..!",
Letnan Adam cepat membaca situasi, ia memerintahkan anak buahnya tetap membawa
PM Ghoydee dengan heli itu, serta memberi tembakan perlindungan,
"Tretttetetetetetet..!"
Tembakan tak terarah
mengarah ke daerah tempat Elang dan Jim berada, sesekali tembakan Tim Letn.Adam
berhasil mengenai materil sekitar tempat Elang dan Jim berada.
"Akhirnya dia
beraksi.., ayo ke tenggara! Mungkin ia di sekitar menara air tinggi
itu..!", perintah Letn.Mahda kepada timnya setelah lama memperhatikan,
menara air itulah tempat terbaik untuk menembak,
Ia dan Timnya segera
bergerak ke
"..baiklah kalau
begitu..! Ayo kita bergerak..!", ajak Jim,
"...tunggu dulu..!
"DASH..!!!"
Elang kembali melepaskan
tembakannya, Letnan Jauhar roboh bersimbah darah,
"Letnaaaaan..!!!",
sers.Tari terkejut salah satu atasannya roboh,
"..apa yang
dilakukan Agen itu..!?!? Kenapa dia menembaki kita..?!?!", Sers.Hardi
mulai panik, "entahlah..!!! Aku juga tidak tau..!", jawab Letn.Mahda,
"..bagaiman keadaan
Letnan Jauhar??", tambah Letn.Mahda sambil bersembunyi di balik bangunan,
"..beliau
gugur..", jawab sers.Tari,
"Sersan Tari,
Lindungi kami, aku dan Hardi akan mencoba mendekat memutar..!", perintah
Letnan Mahda,
"Baik pak..!",
sahut letnan Tari menyiapkan senapannya, tampak ia juga seorang Sniper dengan
menenteng SPR-1 pabrikan
Elang masih membidik
mencari Tim Letn.Mahda yang lain, begitu juga sers.Tari mulai membidik dari
balik sebuah tong sampah melalui teropong senapannya,
"..ayolah..dimana
kau silent killer... Akan ku patahkan posisimu sebagai penembak
terbaik..", gumam Sers.Tari sambil terus mencari posisi Elang melalui
teropong SPR-1 nya,
"..hmm..ia wanita
itu juga seorang sniper ternyata..,,", Gumam Elang setelah ia menemukan
Sers.Tari dengan teropong M82nya,
Meskipun Sers.Tari sudah
berada di titik bidiknya, Elang belum menembak..
Sers.Tari terus mencari
posisi Elang, ke kanan, ke kiri, hingga akhirnya ia mendapati seseorang tengah
membidiknya...