Part 13 Pertempuran dan Seorang Jendral
Part 13 Pertempuran dan Seorang Jendral
"..Tahan
tembakan!!!", Lettu Adam memberi instruksi, keadaan berubah hening
seketika,
"Selamat
datang...saya tau kalian datang untuk membawa saya..", sapa PM Ghoydee
yang secara tiba-tiba berdiri di depan para pengawalnya,
"Apa yang bapak
lakukan..?..", seorang pengawalnya bertanya dengan masih mengarahkan
senjatanya ke Lettu Adam dan anggotanya,
"..sudahlah.. Semua
ini kesalahanku dalam mengambil keputusan, perang ini terjadi karena
tindakanku, jadi biarkan aku mempertanggung jawabkan perbuatanku..", jelas
PM Ghoydee ke pengawalnya itu..
"Tapi pak..!",
pengawalnya yang lain juga tak bisa terima pemimpinnya jatuh ke tangan musuh,
"..turunkan senjata
kalian..! Ini perintah! Dan jangan ikuti aku..!", PM Ghoydee berteriak
tegas,
"..si..siap
pak..",
"Nah..sekarang,
bisakah kalian membiarkan para pengawalku tetap disini? mereka masih terlalu
muda untuk ini..", PM Ghoydee bertanya sambil memperhatikan para
pengawalnya,
Lettu Adam tampak
bingung, namun demi menghargai seorang pemimpin negara ini, ia menyanggupinya,
"Baik pak Perdana
Mentri, saya akan membiarkan mereka untuk tetap disini setelah saya melucuti
senjata mereka..", jelas Lettu Adam,
"terima kasih...
Kalian prajurit yang baik, nah, sekarang hendak kemana kita..?", PM
Ghoydee sedikit bergurau kemudian berjalan maju meninggalkan ruangan itu
beserta para pengawalnya sebagai tahanan terhormat prajurit indonesia, tampak
salah seorang pengawalnya menyaksikannya berlalu dengan mata berkaca-kaca,
merasa gagal dalam melaksanakan tugasnya, dan benar mereka masih terlalu muda.
Markas Militer Puea Thai
Party,
"Pak maaf saya
Lancang.,, tapi mengapa kita belum mengirim bantuan ke pasukan-pasukan yang
bertempur di Istana PM Ghoydee..? Ini seperti sebuah kesalahan..!",
Jend.Tedo bertanya pada
"...apa kau hendak
menuduhku dengan kata-kata provokasimu?!?", jawab Pang.Katsuun, mengagetkan
beberapa orang yang ada dalam ruangan itu,
"..tidak panglima,,
saya hanya ingin memastikan bahwa PM Ghoydee tidak dalam bahaya..", tambah
Jend.Tedo, "kalau begitu.. Diamlah! dan jangan mengganggu
konsentrasiku!", jawab Pang.Katsuun.
Khao sam roi yot,
Dua jet tempur tipe SU-27
tampak mengejar dua SU-27 juga secara terpisah, hanya sedikit torehan warna dan
bendera negara yang terpasang di salah satu dua SU-27 itu yang membedakannya.
Aksi kejar-kejaran dan
saling menghindar masih dilakukan ke 4 jet tempur canggih itu, duel kali ini
tampak seimbang karena tak satupun dari mereka berhasil mendapatkan
"Locking" untuk menembakkan Rudal, juga jarak yang terjaga dari
mereka sehingga juga tidak bisa menembak dengan senjata mesin yang terpasang.
"..Garuda 1 ke
Garuda 2.. Jika terus seperti ini kita akan kehabisan waktu..", Letnan
Yudha memberi tau di tengah-tengah usahanya mengendalikan SU-27 nya untuk
menandingi SU-27 musuh,
"..diterima garuda
1, ada rencana?..", Letnan Surya, pilot SU-27 garuda 2 bertanya balik.
"..sebaiknya kita
gunakan formasi 118 ganti..", Letn.Yudha mengusulkan,
"..diterima,
laksanakan..!", sahut Letn.Surya.
Letnan Yudha segera
mengarahkan jet tempurnya mendekati jet tempur Letnan Surya, mereka segera
melesat bersama bersebelahan, ke dua SU-27 musuh tampak bingung dengan yang
dilakukan mereka, membuat jet musuh terpaksa mengikuti pergerakan mereka,
sehingga semua jet tempur yang tengah bertempur itu tampak berbaris dengan 2
jet tempur di depan, dan 2 di belakang terbang beriringan, namun mereka tak
mengidahkannya karena mereka masing-masing telah mendapatkan
"Locking" terhadap ke 2 jet tempur indonesia itu.
"Wwwuuuummmmppppp"
Deru jet-jet itu menggema
di penjuru angkasa
"Sekarang...!!!",
Letnan Yudha berseru,
"Tash...Tash..Tash!!!
"
Ke dua jet tempur itu
secara bersamaan menembakkan sejumlah Flare, kemudian secara bersamaan mereka
bermanuver ke kiri dan kanan, memutar dengan cepat mengandalkan tenaga SU-27
mereka yang disebut-sebut sebagai tandingan Hornet Amerika itu, pilot-pilot
SU-27 musuh yang tak dikenal itu mendadak kaget 2 jet tempur sasarannya
menghilang di antara tembakan Flare tadi, mereka semakin kaget ketika kokpit
mereka berdengung tanda bahaya, "Tiiit..tiit"
"Bssshhh...bshhh
wussssmmmmpppp!"
Dua buah rudal mengarah
ke masing-masing dari mereka, dari jarak sedekat itu, sangat mustahil mereka
bisa menghindar,
Flare mereka tembakan
tapi..
"DUAAAMMMRRRRPPPPP..!!!"
Rudal-rudal yang di
lepaskan 2 jet Sukhoi indonesia itu telah menghantam mereka.
Kembali gumpalan api
menghiasi langit
"..bagus..kita
berhasil letnan..!", letn.Yudha bersemangat,
"..yah, ayo kita
bergabung dengan Garuda lainnya..", balas Letn.Surya,
"..bagaimana dengan
Garuda 5?..", tambah Letn.Surya
"Garuda 5 telah
berjuang dengan gigih.. Maka dari itu kita tidak boleh menyianyiakan
pengorbanan rekan kita..!", sahut Letnan Yudha.
Kawasan Istana PM
Ghoydee, bangkok..
Pertempuran kini mulai
mengendur, masing-masing kubu terlihat mulai kelelahan, panser-panser militer
Keadaan militer thailang
semakin tak karuan setelah mereka menyadari tak ada bantuan apapun yang datang,
padahal mereka berjuang di tanah mereka sendiri.
"Deg..deg..deg..deg.."
Suara deru di langit
sejenak mengoyak kembali nyala pertempuran dikota ini, Heli-heli tempur tipe AS
550 fennec yang berjumlah 12 unit itu tiba setelah sebelumnya berhenti di Lanud
Skuadron 16 Riau, pekan baru untuk mereload segala peralatan dan langsung
menggempur pasukan-pasukan Thailand setibanya mereka disana, tampak di antara
heli-heli yang sibuk melancarkan serangan ada satu Heli yang hendak melakukan
pendaratan di pelataran Istana PM Ghoydee,
Riuh tembakan terjadi,
menjadikan Bangkok tak ubahnya seperti wahana digital Star Wars, penuh dengan
kilatan dan letupan api menyala di berbagai tempat.
Tak jauh dari situ,
"Hei..Heli-heli dari
negaramu salah satunya ada yang hendak mendarat..!", Jim ho memberi tau
Elang,
"..apa mereka telah berhasil
menangkap PM
"..tentu saja akan
mudah, apa kau tak menyadari ada yang aneh? Lihat pasukan-pasukan
"...apa mungkin di
tengah penyerangan ini tengah terjadi kudeta terhadap PM Ghoydee???",
Elang menanggapi,
"..siaallll..!!!
Sekarang apa yang harus kita lakukan?! Membunuh PM Ghoydee tak merubah apapun..!",
Jim ho bingung apa yang harus mereka perbuat,
"...kau benar,,
" Elang bergumam.
Markas militer Puea Thai
Party,
Saat Panglima Katsuun
sedang sibuk menyusun rencananya secara tiba-tiba 3 orang prajurit bersenjata
masuk menghentikan seluruh aktivitas Pang.Katsuun dan jajarannya,
" Anda sekalian di
mohon jangan bergerak pak..anda semua di tahan atas tuduhan rencana
penggulingan pemerintahan..", jelas salah satu prajurit itu,
"..apa-apa an ini?!? Kalian hendak berkhianat!?!?", Pang.Katsuun berteriak
lantang setelah mengetahui prajurit-prajurit yang masuk itu adalah prajurit
berseragam militer
"..tidak pak, justru
anda yang berkhianat..!, maka dari itu saya minta anda segera mencopot jabatan
anda sekarang!", seseorang masuk, Jendral Tedo.
"Hmmm..sudah ku
duga, kau Tedo, pasti menimbulkan masalah dalam rencana ku menjatuhkan PM
Ghoydee..", kata Panglima Katsuun kembali duduk di kursi kerjanya,
"..jadi benar anda
sekalian ingin melakukan kudeta di tengah situasi seperti ini?!?!",
Jend.Tedo emosi,
"..yah, aku memang
melakukannya, aku benci dengan pemerintahan PM Ghoydee yang terlalu memcampuri
urusan negara lain.. Tidakkah kau sadar? Negara ini berubah menjadi penjahat
dunia semenjak kepemimpinanya..! PM Ghoydee hanya memikirkan kekuatan negara!
Ia merasa dengan mencampuri urusan negara lain, dan terang-terangan
memprovokasi mereka bisa membuat negara ini bertengger sebagai negara yang
kuat..! Sekarang lihat ini..! Negara-negara lain menghujat kita..! Mencaci
tanah air tanah kelahiranku..!",
jelas Panglima Katsuun
tegang.
"..tampaknya sebelum
kau mati, kau tak akan pernah mengerti bagaimana sakitnya melihat tanah airmu
buruk di mata dunia, kau tak bisa menyimpulkan bagaiman nasib negara ini kelak,
kau dan PM Ghoydee tak mampu melihat jauh ke depan, melihat nasib masyarakat
yang akan ikut menjadi korban karena kesalahan pemimpinnya!!", tambah
Pang.katsuun,
"bukankah dengan
begini masyarakat juga menjadi korban..!!!", Jend.Tedo menjawab perkataan
Panglimanya,
"..mereka hari ini
menjadi korban juga karena ulah pemimpinmu yang tamak itu..!!! maka aku harus
menghentikannya..! demi masyarakat dan negara ini untuk masa yang akan
datang!!!", sahut Panglima Katsuun.
Jend.Tedo hanya diam, ia
berusaha mengumpulkan kata-kata yang tepat untuk menghadapi perkataan Panglima
Katsuun, tampak 3 orang anak buahnya tadi terhenyak dengan perkataan
Pang.Katsuun, mereka tampak bimbang untuk mana kubu yang akan mereka bela saat
ini, kubu Jend.Tedo dan PM Ghoydee, atau kubu Panglima Katsuun dengan awak
militernya.
"Maaf jendral,
sepertinya kami tak ingin tanah air kami buruk di mata dunia..,, apa yang di
katakan panglima semuanya adalah kebenaran, maka dari itu kami akan ikut dengan
Panglima Katsuun,", prajurit-prajurit itu berbalik menodongkan senjatanya
ke Jend.Tedo, atasannya itu.
"..apa.?!?"
Jend.Tedo tak bisa bekata
apa-apa lagi, ia mencabut pistol dari pinggangnya,
"..bergabunglah
dengan ku.. Untuk kesucian negara ini jendral.. kita bangun kembali kesucian
Jendral tedo tak
mengidahkannya,
"..pak mohon anda
menjatuhkan senjata anda!!!", ke tiga prajurit tadi bersiap siaga melihat
Jend.Tedo mengangkat pistolnya,
Namun semua berubah
Hening ketika Jend.Tedo justru mengarahkan pistolnya ke kepalanya, semua orang
disitu terdiam membisu, hanya tinggal suara radar yang berirama..
"...aku tak ingin
berkhianat pada negaraku, apapun yang di lakukan negaraku, aku tak perduli, aku
tetap akan membela negaraku...", " mungkin anda benar dengan semua
yang anda katakan pak...tapi aku hanya ingin membela negarku tanpa tergoyahkan,
dan anda benar tentang satu hal lagi Panglima...", kata Jend.Tedo tetap
menodongkam pistolnya ke kepalanya.
"..apa itu..?",
tanya Pang.Katsuun,
"..aku tetap tidak
bisa merasakan bagaimana sakitnya melihat tanah airku dicaci negara
lain..", jawab Jend.Tedo, sejenak menurunkan senjatanya melayangkan sebuah
hormat, dan..
"TASH..!"
ia menembak kepalanya,
Darah berhamburan, ia
memilih mati dari pada berkhianat pada negaranya apapun yang terjadi, sebuah
contoh kecil dari seorang pengabdi sejati negaranya,