Part 12 " Pertempuran Kubu? "
Part 12 " Pertempuran
Kubu? "
Markas militer Puea Thai
Party,
Dentuman dari pertempuran
di kawasan istana terdengar hingga ke pelataran markas militer Puea Thai Party,
sejumlah prajurit pengoperasi Tank-Tank tempur oplot T92 yang telah di siapkan
Panglima Katsuun dari Batalyon Kavaleri ke-4 (Royal Guard) dan Batalyon
Kavaleri 8 di Nakhon Ratchasima, tampak tak sabar untuk segera bergabung ke
medan pertempuran, tak tanggung-tanggung, Pang.Katsuun berencana untuk
mengerahkan 100 Tank tempurnya ke sejumlah penjuru, meskipun ia tau sangat
beresiko terhadap keselamatan kota dan masyarakat di daerah pertempuran.
"Lapor pak,
Tank-Tank tempur siap menerima perintah..", Jendral Tedo melapor,
"tunggu sebentar lagi..! Masih terlalu dini..!", tegas Pang.Katsuun,
"tapi PM Ghoydee dalam bahaya pak..!", sahut Jendral Tedo,
"walaupun PM Ghoydee telah meminta bantuan udara dari negara sekutu kita,
masih terlalu bahaya kalau kita mengulur waktu dengan memperhitungkan
segalanya..", tambah Jend.Tedo,
"...aku bilang
tunggu sebentar...", jawab Pang.Katsuun menatap serius Jend.Tedo,
"Siap pak..", Jend.Tedo menurut.
Sementara itu,
Istana PM Ghoydee,
Setelah
Lettu Adam dan 9 Anak
buahnya segera menyusuri ruangan demi ruangan Istana tersebut, acap kali
terjadi pertempuran singkat dengan sejumlah pengawal istana dalam pergerakan
mereka.
"Sepertinya mereka
sudah berhasil masuk, dimana bantuan dari Panglima Katsuun?..", PM Ghoydee
mengeluh di sebuah Ruangan dengan beberapa pengawalnya, "tenang pak..,
kami akan melindungi bapak", seorang pengawalnya menjawab berusaha menenangkannya.
"Apa yang dilakukan
mereka disana sampai-sampai tidak ada bantuan selain yang kuminta ke negara
tetangga!!! apa mereka hendak membiarkanku mati?!!", PM Ghoydee mulai
merasakan ada kejanggalan.
"Lihat..!, ini
sangat di luar dugaan ku..!", ungkap Jim ho saat ia dan Elang telah berada
di sekitar Kota Bangkok tak Jauh dari kawasan Istana PM Ghoydee,
"....", Elang pun hanya tertegun melihat kobaran api dimana-mana,
asap mengepul dari berbagai lokasi, tampak juga sejumlah penduduk sipil sedang
berlari berusaha menjauh dari kota yang di jadikan medan pertempuran, mereka
berlari panik di antara pasukan militer Thailand yang tengah berusaha memasuki
kawasan istana yang di jaga Prajurit-prajurit indonesia,
"kita tak mungkin
bisa mendekat..! Aku yakin akan hal itu..!", kata Jim ho dengan nafas
terengah-engah sedari tadi berlari, "aku tidak berfikir untuk
mendekat..,", sahut Elang sambil melirik Senapan M82 yang di sandangnya,
" kita hanya perlu ke atas situ..!", tambah Elang sambil menunjuk ke
sebuah menara air yang menjulang tinggi,
"Yah, aku
mengerti..ayo!", jawab Jim ho, mereka pun segera beranjak dari situ.
Jauh dari situ, langit
Khao Sam Roi Yot,
Sejumlah jet tempur
tengah saling memburu, manuver demi manuver membuat Letnan Yudha dan yang
lainnya menjauh dari lokasi Kapten Joko dan pasukannya di darat, 'Wuummmpppp.." 4 jet tak dikenal itu
berpencar,
"Garuda 3,4,5,dan
6.. Hadapi ke dua MiG itu.., saya dan Garuda 2 akan Tangani ke dua Sukhoi
itu..!", perintah Letnan Yudha kepada timnya, ia memastikan Garuda 3,4,5,6
dengan F-16 akan sangat kesulitan menghadapi Dua sukhoi tak dikenal itu,
sehingga ia memerintahkan F-16-F16 di timnya untuk menghadapi MIG-MIG itu.
Pertempuran udara pun di
mulai dengan Garuda 3 dan 4 yang membuntuti salah sartu MIG26 tersebut,
"Wwwuuuummmmpppp"
Aksi kejar-kejaran saling
bermanuver pun terjadi, ke dua F-16 ini terus membayangi MIG itu untuk
mendapatkan "Locking",
"Berhasil...!",
seru Letnan Daru pilot dari F-16 garuda 3 melihat radarnya yang berbunyi tanda
target sudah terkunci, Namun secara mengejutkan MIG26 itu membumbung ke atas
bermanuver sedikit ke kanan, membuat F-16 Letn.Daru melewatinya,
"Tiiittt...", peringatan bahaya malah barbalik ke kokpit Letnan Daru,
"Mayday..Mayday! Kami terkunci, kami terkunci..!", Letnan Daru berseru,
"Dredededededededed...!"
MIG itu tiba-tiba oleng
tak stabil, mengeluarkan asap dan berputar-putar menukik jatuh, yah.. Garuda 4
yang sedari tadi menjaga jarak dari Garuda 3 berhasil menembak jatuh MIG itu
dengan Senjata mesinnya, "Duuuuaaarmmmmpppp!!!"
MIG itu meledak di udara.
Sementara itu, F-16
Garuda 5 dan 6 sibuk bermanuver menghindari kejaran Rudal di balakang mereka
secara terpisah, ke dua F-16 itu terlihat berputar-putar berusaha menghindar,
"Tash..! Tashhh!", sejumlah Flare telah di tembakkan, namun Rudal
yang di tembakkan MIG itu masih gagah membuntuti mereka.
"Bsssttt..wuuussshhhmmmmp",
MIG yang sedari tadi mengikuti jejak rudalnya yang ia tembakkan tampak kaget
saat sebuah Rudal juga mengincarnya, F-16 Garuda 3 Letn.Daru berhasil mengunci MIG
itu dengat interval penembakan rudal yang cepat sehingga pilot MIG itu tak
sempat menyadari bahwa ia telah terkunci, di lain sisi Garuda 4 melesatkan
melepaskan beberapa roket kecilnya ke arah 2 rudal yang mengejar Garuda 5 dan
6, "Duammmppp!!", rudal yang mengejar Garuda 6 berhasil di hentikan,
tapi tidak dengan rudal yang mengejar Garuda 5, Garuda 5 hancur
berkeping-keping ketika rudal itu menghantamnya, gumpalan api menyala di udara
bagai sebuah puncak pentas kembang api.
Tak lama MIG yang sibuk
menghindari rudal yang di tembakkan Garuda 3 juga Hancur tak mampu menghindari
rudal tersebut, "Garuda 3 ke pusat..Garuda 3 ke pusat,, telah gugur Garuda
5, sekali lagi..telah Gugur garuda 5..", Letn.Daru melapor sambil berusaha
tegar melihat rekannya tewas, "ayo..kita bantu Garuda 1 dan 2..",
tambah Letn.Daru.
Markas pusat,
"Sialan..!!! Apa
kalian sudah mengidentifikasi pesawat siapa itu!?!?", Panglima Rokhim
Maluda emosi melihat salah satu pasukan udaranya tertembak oleh pesawat tak di
kenal, "belum pak,, dari visual yang terpasang di tiap Garuda, jet-jet tak
dikenal itu tidak menggunakan bendera negara..", jawab seorang petugas
radar, "segera cari tau bagaimanapun caranya...!", perintah
pang.Rokhim geram ada negara lain yang turut andil dalam penyerangan ini,
menurutnya ini sebuah awal picu dari sebuah perang selanjutnya yang mungkin
kembali bergulir setelah ini apabila negara yang mengirim Jet-Jet itu di
ketahui, ia juga heran bagaimana jet-jet itu bisa dengan mudah melewati
pengawalan AU singapura di perbatasan udara...
Menara Tabung penampung
Air Hujan..
1800 meter dari Istana,
bangkok,
"..banyak sekali
prajurit disana..partempuran masih berlangsung..". Kata Elang melihat dari
teropong M82nya,
"..arah pukul 11..!
Jendela ke tiga selatan lantai 2..!", Jim ho memberi koordinasi,
"...tidak tampak,
tirai itu menutupinya..", sahut Elang, ia hanya melihat beberapa bayangan,
namun tidak dapat mengetahui siapa karena tertutup kain jendela, " kita
tunggu saja sambil menikmati pemandangan dari sini..", gurau Jim ho
menyandarkan tubuhnya.
Elang masih melihat
melalui teropong M82 nya, di saksikannya rekan-rekan senegaranya tengah
berjuang, tembak menembak dengan musuh.. Mendadak pandangannya jadi gelap...
"Hei ayo bangun..,
kini giliranmu..", seseorang memberinya senjata,
"..apa
ini..???", Elang bergumam, "dimana semua orang tadi? Dimana Jim?
Apakah ini bayang-bayang itu lagi?!", Elang bergumam lagi sambil terus
berjalan mengikuti seseorang yang memberinya senjata,
"..tembak
dia..", seseorang tadi kembali barkata,
Elang berusaha melihat ke
depan, namun sepertinya kabut menghalangi, tak jauh di hadapnnya ada seorang
anak kecil di ikat di sebuah tiang, "tembak anak itu Elang..!",
seseorang tadi membentaknya,
"Tidak..! Ini hanya
bayangan di kepalaku!! Ini tidak nyata!!!", teriak Elang berusaha menolak,
tapi tubuhnya bergerak sendiri mengambil posisi siap menembak,
"Jangan!!!
Hentikan..! Aku bilang hentikaaaaan..!!!"
"Dash..!!!",
Kepala anak itu
berlubang, anak itu tewas dengan mata terbuka seakan menatap Elang..
" Hei...! lagi-lagi
kau melamun.., konsentrasilah..! Apa yang kau pikirkan teman?", suara Jim
melepaskan Elang dari bayang-bayang itu..
".."
"..ti..dak a..pa-apa., " jawab Elang terbata.
Istana PM Ghoydee,
"Pak..saya mohon
tenang.,,", seorang pengawal tampak tegang,
"
Tak jauh dari ruangan itu
Lettu Adam bersama anak buahnya tampak bergerak ke ruangan dimana ada PM
Ghoydee dan para pengawalnya, mungkin pertempuran jarak dekat tak bisa
dihindari lagi setelah salah satu anak buah Lettu.Adam memastikan Pintunya
terkunci dari dalam, pertanda ruangan itu berpenghuni.
Di dalam ruangan PM
Ghoydee tampak menundukkan kepalanya, seperti memikirkan sesuatu, tampak kulit
wajahnya sedikit memerah, sepertinya ia sedang memikirkan hal yang membuat ia
dalam tekanan, tampak juga ke 4 pengawalnya telah bersiap-siap dengan
senjata-senjat mereka.
Seorang anggota Lettu
Adam terlihat memasang peledak di bagian tempat mekanisme yg mengunci pintu
itu, kemudian ia kembali ke barisan formasi penyerangan tiba-tiba, meskipun
mereka tau pasti seseorang di dalam ruangan ini pasti telah bersiap, tapi ada
waktu lagi untuk berfikir tentang berbagai teknik perang yang mereka kuasai.
Pasukan Lettu bersiap
masuk dengan Lettu Adam sendiri di depan,
"DUMP..!,",
pintu terbuka dengan sendirinya.. Di sertai sedikit asap yang masih mengepul,
tampak beberapa orang berseragam militer masuk ke ruangan itu.."Get
down..!..Get down..!",