Part 11 "Bangkok bergetar"
Part 11 "Bangkok bergetar"
Sekitaran
Para masyarakat yang
masih terjaga dini hari ini terlihat panik, yang tak lama berselang berubah
menjadi kepanikan
" Teruskan
pergerakan..! perhatikan dengan seksama..! Kemungkinan musuh akan muncul, dan
mungkin terdapat warga sipil dsini..!", teriak Kapten Joko memberi tahu
pasukan daratnya yang telah mendekati kawasan istana,
"Treteetettteeeetetetet...!",
Pertempuran di buka oleh
para militer
"Minta Helikopter
menjemput PM Ghoydee! Katakan ini darurat!", Kapten Ao, pengawal PM
Ghoydee menghubungi markas,
"Kalian! Kawal PM
Ghoydee ke bunker perlindungan..!, mereka terlalu banyak..! kita tunggu bantuan
datang!", Tambah Kapt.Ao memerintah beberapa anak buahnya,
"Wusssmmmmmppppp....."
Terlihat jet-jet
Letn.Yudha dan yang lainnya kembali berputar di sekitaran langit
"Garuda 1 ke Garuda
2, segera lepaskan Flamer di sekeliling Pasukan darat..", perintah
Letn.Yudha,
Sebuah jet tempur ber
seri SU-27 tampak menembakkan Roket-roket kecil secara berurutan di sekitar
pasukan di darat, untuk membuat barikade dari objek yang tertembak,
"DUAMMMPppp!"
Ledakan besar membumbung
di
"..hubungkan saya
dengan pemerintah
Di sekitar istana
pertempuran semakin menjadi, di luar barikade reruntuhan puing-puing sisa
hantaman roket jet tempur tadi, pasukan militer
"Kita buat perimeter
disini..! Setelah bantuan Udara, Tim pemburu segera masuk ke istana musuh..!
Semuanya..!, bentuk perimeter!!!", Kapt.Joko memberi aba-aba membuat
perimeter bertahan untuk memberi jeda waktu kepada tim pemburu untuk
melaksanakan misinya menculik Pemimpin Negara ini.
Kawasan pesisir, Khao
lak.
"DUMpp!!!
Sssstttttt....!"
Tampak KRI Abdul Halim
Perdanakusuma menembakkan Meriamnya ke arah Kapal-kapal perang
Tampak kapal penghancur
Sukhothai FSGM 422 dan HTMS Khirirat PF 6 milik
"ssshhhhhtttttt...!"
2 buah Rudal HArpoon meluncur cepat,
"Dammpp..Dammmpp..!"
Kapal perang Singapura
yang berada tak jauh dari situ yaitu RSS Endurance 207 dan RSS Resolution 208
menembakkan sejumlah rudal-rudal ke arah dua buah Harpoon yang mengarah ke
KRI-KRI indonesia,
"BRARRRRRRRMMMMPppp!"
2 harpoon itu terhenti
karena menabrak Rudal-rudal yang bergerumul di tembakkan Kapal AL singapura.
"Siapkan Yankhont..!
Balas merekam..!", Kapten Sudjono, Kapten dari KRI Abdul Halim
Perdanakusuma memberi perintah,
"Terkunci siap
tembak pak..!",
"Tembak..!",
perintah Kapt.Sudjono.
"DAMP..! DAMP!
Whhuuummmmmmm...!!!"
Dua buah Yankhont
meluncur, kapal singapura HTSM Sukhothai FSGM 422 tampak menembakkan Anti rudal
mereka, Namun dua buah Yankhont itu telah masuk di bawah permukaan, meluncur
kencang..
"DARRRRRMMMMPPPP!!!"
Ke dua rudal Yankhont itu
menghantam tepat di Lambung kiri HTSM Sukhothai FSGM milik
Tak jauh dari situ...
"Kau
mendengarnya?..", Jim ho bertanya,
"Yah aku dengar,
sepertinya perang sudah di mulai..! Jelaskan padaku apa rencana kita..",
sahut Elang sambik terus berlari menyusuri Hutan kecil itu,
"..kita akan sedikit
ikut campur..kita harus berhasil membunuh PM Ghoydee, sebelum pasukan Negaramu
berhasil menculiknya..", jelas Jim ho, "..mengapa kita harus
membunuhnya..?!?", Elang balik bertanya,
"..ini sebuah negara
kerajaan., jika kita berhasil membunuh Pemimpin mereka, mereka akan takluk, dan
aku yakin mereka akan meminta gencatan senjata..!", jawab Jim ho,
"bagaiman jika mereka akan semakin marah...?", Elang bertanya lagi,
"..itu mudah,
4 km dari lokasi Elang
dan Jim.
"Kita bergerak dari sini.,,
jika ia seorang Agen, ia tak akan jauh dari pusat pemerintahan negara ini..ayo
bergerak..!", Letnan Mahda memberi perintah, pasukan khusus yang mengemban
misi penyelamatan itu pun segera berangkat menyusuri kawasan pesisir khao lak
hingga pinggiran hutan kecil yang di lalui Elang dan Jim tadi.
"kita bergerak ke
bangkok ndan?", sersan Tari satu-satu nya prajurit wanita dalam tim itu
bertanya, " ia, sebaiknya setelah ini kita gunakan transportasi yang
tampak disini nanti..", jelas Letn.Mahda.
Markas Pusat operasi,
Di sebuah lorong kantor
tersebut Jendral Irwan tampak berjalan tergesa-gesa bersama Letnan Jauhar,
"Sudah berlangsung
pak.. Jend.Purnomo ternyata mengirimkan tim khusus untuk menjemput Agen
itu..", Letn.Jauhar tangan kanannya memberi tau,
"...sebaiknya kita
juga mengirimkan tim untuk memastikan Tim itu tidak berhasil membawa agen itu,
atau mungkin untuk melenyapkan agen itu, kau tau apa yang harus kau
lakukan..", jawab Jend.Irwan tegas.
Sementara itu Panglima
Rokhim dan jajarannya terlihat memantau situasi
"Perintahkan
Gelombang ke tiga untuk segera bergerak..!", Pang.Rokhim maluda memberi
komando, tak lama berselang..
2 Unit kapal selam KRI
Cakra 401 dan KRI Nanggala 402 bertolak dari markasnya Koarmatim,
Istana PM Ghoydee,
Di sekitar istana tampak
para prajurit di bawah pimpinan Kapten Joko terlibat pertempuran sengit dengan
Pasukan militer Thailand, situasi itu semakin sulit ketika beberapa Helikopter
tempur Thailand muncul dan mulai menggempur perimeter mereka,
"tereeeetetetete.." "Bammmppp!..ssshhhkkk bammppp!"
gemuruh tembakan memenuhi
ibukota
"Wussssmmmmppppp....!"
Heli-heli itu mulai
kehilangan konsentrasi ketika 2 unit jet tempur muncul mengaung di langit nan
gelap itu,
"..semuanya
menghindar..! ", Pilot Heli itu mengingatkan rekan-rekannya.
"Garuda 1 dan 2
konfirmasi bantuan Udara ke pasukan Garuda darat.. Ganti..", pilot SU-27
chief unit udara Letnan Yudha mengkontak Radio Kapten joko di bawahnya,
"diterima..! Ganti,, semuanya bersiap ledakan...!" Jawab Kapt.Joko
kemudian memperingatkan para anak buahnya,
"Garuda 1 ke tim
Garuda Udara, Kunci dan jatuhkan semua sasaran di udara..", Letnan Yudha
memberi aba-aba dari kokpitnya,
"Wusshhh..wummmppp..wummmppp...wuummppsss..!!!"
Ke 6 jet tempur itu
melepaskan rudal-rudalnya yang telah mengunci heli-heli
"DAMMPP!!!
Dammmppp!! Dammmppp...duaarrrarrr!!!b"
Rudal-rudal mereka
menghantam Heli-Heli
Ke 6 jet tempur pimpinan
Letnan Yudha itu segera berputar membentuk formasi V, yaitu formasi berurut
berbentuk huruf V dengan Letn.Yudha di depan,
"..tiiit..tiitt..!",
Radar di SU-27 Letn.Yudha berbunyi,
"Semua berpencar..!!!
Mereka menyerang kita" , seru Letn.Yudha setelah menyadari sebuah Rudal
mengunci SU-27 nya, serempak ke 5 jet tempur lainnya membelah berbelok ke kanan
dan ke kiri, kecuali Letn.Yudha yang bermanuver ke atas kemudian berbelok ke
kiri,
"Sssshhhhhhttttttt!"
Tampak sebuah Rudal
mengikuti SU-27 nya,
"Tiiit..tiiit!",
radarnya memperingatkan bahaya.
"Objek tadi adalah
musuh, di ulangi objek tadi adalah musuh..!", seru Letn.Yudha melalui
Radio.
"Letnan wibowo,
lepaskan Flare!", perintah Letn.Yudha ke Co-pilot SU-27 nya,
"Di
laksanakan!", sahut Co-pilot Letn.Wibowo,
"Tashhh.! Tashhh!
Tash! Tash!.."
Empat buah roket Flare
meluncur dari ekor Sukhoi mereka untuk menghalangi Rudal yang mengincar mereka,
"DUARRRR!!!"
Flare-Flare itu berhasil
menghalau Rudal tersebut, "itu mereka..!",Letn.Aryo melapor dari
kokpit F-16 nya setelah melihat 4 buah jet tempur tak dikenali, yaitu 2 buah
sukhoi SU-27 dan 2 buah MIG26 melewati mereka..
Pertempuran Udara baru
saja dimulai.